MHTI Medan Gelar Diskusi Peduli Palestina
HTI-Press. Pada tanggal 28 Desember 2008, Israel menyerang Palestina. Ini telah memancing kemarahan seluruh kaum muslimin di seluruh dunia. Tak terkecuali masyarakat kota Medan. Sebanyak 53 tokoh yang terdiri dari dosen, guru, aktivis partai politik menghadiri Diskusi Peduli Palestina “Selamatkan Generasi Palestina dengan Jihad dan Khilafah” , Sabtu (17/1) di Gedung Bina Graha Jl. Diponegoro No. 1 Medan. Diskusi ini diselenggarakan Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia wilayah Kota Medan.
“ Masihkah kita berharap kepada PBB untuk menyelesaikan masalah Palestina? Padahal LBB yang merupakan cikal bakal dari PBB lah yang telah memberikan mandat kepada Inggris untuk membentuk negara Israel, ”ungkap Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Kota Medan, Sri Cahyo Wahyuni, S.Pi selaku pembicara tunggal di acara ini. “ Udahlah, keluar aja kita dari PBB,” celetuk salah satu peserta. Pembicara juga menyampaikan, gencatan senjata bukan solusi, karena ini sudah dilakukan berpuluh-puluh kali, namun senantiasa dilanggar oleh Israel. ”Gencatan senjata justru membuat Israel semakin kokoh. Karena gencatan senjata memberikan waktu kepada Israel untuk memulihkan kekuatan, mempersiapkan senjata-senjata baru dan strategi-strategi baru untuk kembali membantai rakyat Palestina,” papar Sri Cahyo Wahyuni,S.Pi.
Amerika selalu membantu Israel. Setiap hari Amerika Serikat mengirimkan dana sebesar $6,8 juta untuk keperluan Israel membeli alat-alat perang yang membunuh penduduk Palestina. Di situs eramuslim.com disebutkan pembantaian penduduk Palestina merupakan uji coba alat-alat perang Amerika melalui Israel. ”Umat Islam Palestina adalah saudara kita. Wajib hukumnya kita menolong mereka. Satu-satunya cara adalah Jihad. Karena perang harus dilawan dengan perang, ” lanjutnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa penguasa-penguasa muslim saat ini adalah pengkhianat. Tentara muslim hanya disimpan di barak-barak. ”Oleh karena itu, kita harus menyerukan penerapan syari’ah dan penegakan khilafah yang akan menyatukan negeri-negeri kaum muslimin dan mengusir penjajah.”
Para tokoh yang hadir juga menunjukkan dukungannya terhadap ide khilafah, diantaranya Ibu Supiah Purba yang berprofesi sebagai guru.Sambil berurai air mata karena kemarahannya terhadap Israel biadab, Ibu Supiah menyampaikan kepada para tokoh yang hadir untuk mendukung perjuangan Hizbut Tahrir dalam menegakkan khilafah. (mhti-medan)



