MHTI Tulungagung: Diskusi Tokoh Peduli Palestina, Selamatkan Dunia dengan Khilafah

HTI-Press. Merespon derita rakyat Palestina yang terjadi akibat serangan Israel Laknatullah, Muslimah HTI DPD II Tulungagung mengadakan Diskusi Tokoh Peduli Palestina bertajuk “Selamatkan Dunia dengan Khilafah”, Senin (26/1). Acara yang dihadiri tokoh dari kalangan mubaligh, ormas, praktisi kesehatan, caleg dan praktisi pendidikan ini menghadirkan dua pembicara dari Muslimah HTI DPD II Tulungagung.

Pembicara pertama, Ustadzah dr. Nur Erlin, Ketua MHTI DPD II Tulungagung yang memaparkan sejarah pendudukan negeri Palestina oleh Israel. Kependudukan di Palestina berawal dari kesepakatan-kesepakatan Inggris, Prancis dengan Yahudi untuk menduduki negeri Palestina. ”Inggris dan Perancis berupaya menghancurkan Khilafah Islam dengan menempatkan negara Israel di Timur tengah,” kata Ustadzah Nur Erlin.

Israel makin membabi buta dengan menghabisi seluruh warga Palestina. Genosida memang telah terjadi, terbukti dari banyaknya korban dari kalangan Ibu dan anak-anak sebagai kunci penerus generasi. Ironisnya, Israel mengabaikan begitu saja lembaga internasional sekaliber PBB, Liga Arab, dan OKI. Penyajian pemateri pertama disertai dengan visualisasi foto-foto korban perang ini mengoyakk perasaan peserta. Pemateri menekankan bahwa solusi paripurna untuk Palestina adalah dengan Jihad dan Khilafah.

Pembicara kedua, Ustadzah Susilorini, S.Pd, Aktivis MHTI DPD II Tulungagung mengungkapkan perlunya institusi tandingan yang mampu menuntaskan persoalan Palestina. Tak lain institusi itu adalah Khilafah, dimana kaum muslimin seluruh dunia bersatu dalam satu kepemimpinan untuk melindungi darah, jiwa, harta dan kehormatan mereka. ”Mewujudkan Khilafah adalah kewajiban bagi seluruh kaum muslimin,” papar Ustadzah sembari menjelaskan dalil-dalil dari Al Quran dan Hadits.

Dalam diskusi para tokoh mengungkapkan perasaan gundah mereka jika mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Dra. Hj. Retno Indayati, M.Si , Pembantu Ketua I STAIN Tulungagung membenarkan apa yang telah disampaikan pembicara. ”Kita umat Islam sungguh telah terjajah dalam segala segi.”

Dra. Mujatun, Pengurus PKK Kabupaten dan Caleg PAN mengungkapkan kesepakatannya dengan perjuangan Syariah dan Khilafah. ”Saya mendukung apa yang di perjuangkan Hizbut Tahrir. Mari kaum muslimin, kita tetap bersatu bekerjasama satu dengan yang lain, karena sejatinya di Indonesia pun sedang terjadi penjajahan, baik sosial, ekonomi dan pendidikan yang ironisnya tidak disadari oleh kaum muslimin sendiri,” kata Dra.Mujatun.

Karenanya, menurut Dra. Mujatun, warga Indonesia membutuhkan pembinaan agar kaum muslimin mau berhukum dengan hukum Allah.

Sekalipun ada tokoh yang masih ragu terhadap kemenangan kaum muslimin, mengingat persenjataan yang minim, tetapi secara mayoritas mereka sepakat, jika kaum muslimin bersatu dan mengerahkan segenap daya upayanya, InsyaAllah kemenangan Islam akan menjadi nyata.

Acara ditutup dengan pembacaan do’a dan jabat tangan diantara para peserta, sebagai penguat silah ukhuwah. (mhti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*