Bandung: Diari (Dialog Interaktif Remaja) & Inspiring Love, “Save Our Generation with Love”
HTI-Press. Alhamdulillah, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kota dan Kabupaten Bandung telah berhasil menyelenggarakan Diari (Dialog Interaktif Remaja) dan Inspiring Love yang bertemakan, “Save Our Generation with Love”, pada hari Ahad, 8 Februari 2009, bertempat di Gedung Sasana Budaya Dago Tea House, Jl Ir. H. Djuanda.
Acara ini merupakan bentuk kepedulian Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kota dan Kabupaten Bandung terhadap pemahaman remaja/generasi muda yang kerap kali salah mengartikan makna cinta yang hakiki, sehingga terjebak dalam pergaulan bebas, free sex, dugem, miras dan narkoba.
Acara ini berhasil merebut simpati ± 750 peserta yang terdiri dari kalangan remaja SMU, SMP, SD, remaja mesjid dan pesantren, serta kalangan orang tua dan guru se Kota dan Kabupaten Bandung. Acara dimulai pukul 08.00 sampai dengan 12.30 WIB, dan dibuka oleh Ketua DPD Muslimah HTI Jabar, Ibu Ir. Siti Nafidah.
Acara dibagi dua sesi. Sesi pertama adalah dialog interaktif, dengan menampilkan pembicara Ibu Novia (Penyiar Radio MQ), dan Ummu Salamah, A.md (DPD Muslimah HTI Jabar). Ibu Novia memaparkan fakta pergaulan remaja yang salah dalam memahami cinta, sehingga cinta diartikan sebatas pacaran, pergaulan bebas, dan free sex, yang kemudian berdampak pada aborsi dan menyebarnya penyakit AIDS di kalangan remaja.
Sementara Ummu Salamah memaparkan bahwa kesalahan remaja memahami arti cinta hakiki, tidak lepas dari serangan pemikiran barat. Beliau juga menjelaskan bagaimana menjadi remaja unggul dalam pendangan Islam, sekaligus juga beliau menjelaskan peran orang tua dan guru dalam pembentukan generasi remaja Islam unggul.
Sesi kedua adalah Inspiring Love yang dipandu oleh Trainer Ust. Eri Taufik Abdul Karim (Direktur Kalifa Syaria Counsultan, Pembawa Acara Jendela Hati, Berbagi Rasa, dan Telaga Hati Bandung TV). Beliau menggambarkan gambaran cinta hakiki, yaitu meraih cinta Allah. Beliau juga menjelaskan bahwa untuk menilai apakah cinta tersebut cinta yang benar atau bukan, harus dilihat dari 3 komponen cinta yaitu habib (orang yang mencintai), dan mahbub (orang yang dicintai), keduanya haruslah sesama muslim, dan komponen yang ketiga adalah cara mecintai, yang menurut beliau, agar cara mencintai itu benar, harus ada vision, smart, action, standar, yang intinya bahwa mencintai haruslah sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah, serta dalam rangka meraih cinta Allah.
Dalam acara ini panitia juga menampilkan teatrikal yang menggambarkan kesalahan remaja dalam mencari cinta hakiki, sekaligus juga menggambarkan bagaimana cara mencari cinta hakiki, yaitu cintanya Allah SWT, serta peran guru dan ortu dalam membimbing remaja/generasi muda dalam meraih cinta hakiki.
Acara diakhiri dengan ajakan dari Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kota dan Kabupaten, untuk mengikuti kajian bulanan, kajian dwi minggu, kajian mingguan, club menulis, tahsin, dan parenting agar remaja/generasi muda bisa mejadi generasi unggul, dan ortu serta guru juga bisa berperan di dalamnya. (mhti-jabar)
ass. kalo bisa kegiatan muslimah tercantum di kolom muslimah atau kegiatan (www.hizbut-tahrir, soalnya saya baca kegiatan di bogor doang tapi dibandungnya ga tercantum. syukrn
Cinta sejati ada pada setiap hembusan nafas kita
cinta yang hakiki adalah meraih ridho illahi
Wahai Penguasa langit dan bumi, dan segala isinya,
Wahai yang Maha Sempurna, Pengatur segala urusan umat..
Cinta… kini aku sudah menemukanMu
Ijinkan aku memperjuangkan IslamMu
sebagai bukti cintaku kepadaMu :)
saya ingin tau alamat muslimah HTI BANDUNG????????