Muslimah Kab. Malang Ingin Sejahtera dan Mulia dengan Syariah dan Khilafah
HTI Press. Ahad, 29 April 2012 bertempat di aula hotel cakra Turen kab. Malang dihadiri tidak kurang dari 150 muslimah dari berbagai kalangan, dari ibu rumah tangga, guru, penggerak majelis Ta’lim, ormas, dan tidak ketinggalan remaja putri yang juga siswi dari berbagai sekolah turut hadir dalam sarasehan muslimah kab. Malang dengan mengambil tema “Khilafah Model Cemerlang Untuk Kemuliaan dan Kesejahteraan Perempuan” yang diselenggarakan oleh Muslimah Hizbut-Tahrir Indonesia kab. Malang.
Sarasehan ini dipandu oleh Ustadzah Isniatul Latifah dengan menghadirkan dua narasumber yakni Ustadzah Alfiyah mubalighah asal Donomulyo kab. Malang dan Ustadzah Kholishoh Dzikri ketua Muslimah HTI DPD II HTI Malang.
Dalam pemaparan materinya Ustadzah Alfiyah memaparkan fakta keterpurukan perempuan khususnya di kab. Malang yang semakin memprihatinkan, bahkan kab. Malang merupakan salah satu kabupaten yang paling banyak memasok TKI/TKW ke luar negeri. Dampak yang terjadi adalah angka perceraian yang tinggi dan angka penderita HIV/AIDs yang terus meningkat. Ini semua tidak lain karena sekularisme-kapitalisme yang menjadi asas tatanan kehidupan yang diadopsi pemerintah.
Islam sebagai satu-satunya agama yang syamil dan kamil memberikan aturan yang sempurna baik menyangkut hubungan manusia dengan Allah swt, hubungan manusia dengan dirinya sendiri maupun hubungan manusia dengan manusia yang lain yang tercakup dalam hukum-hukum muamalah. Manusia baik laki-laki maupun perempuan akan mulia manakala mereka menerapkan aturan-aturan Islam,” Inna akramakum indaAllahi atqakum”. Ustadzah kholishoh Dzikri memaparkan bahwa semua aturan-aturan Allah swt tidak akan mungkin bisa terterap secara sempurna ketika tidak ada institusi yang menerapkannya, institusi itu tidak lain adalah khilafah Islamiyah.
Khilafah Islamiyah adalah janji dari Allah SWT dan kabar gembira dari Rasul SAW yang pasti akan terwujud kembali. Kontribusi muslimah untuk segera mewujudkan kembali khilafah Islamiyah adalah dengan berjuang bersama muslimah HTI untuk melakukan perubahan pemikiran dan membangun kesadaran untuk kembali menjalankan Islam kaaffah demi tegaknya syariah dan khilafah. Ustadzah Kholishoh juga mengajak kepada para muslimah yang hadir untuk tidak tinggal diam melihat berbagai kemungkaran yang ada saat ini khususnya maraknya paham KKG di tengah-tengah masyarakat kab. Malang khususnya.
Muslimah harus berpikir kritis ketika melihat berbagai program yang ditawarkan untuk solusi persoalan perempuan yang justru akan menghinakan dan menyengsarakan perempuan itu sendiri dan rusaknya generasi dan tatanan kehidupan. Islam mempunyai Konsep yang jelas bagaiman memuliakan dan mensejahterakan perempuan. Banyak bukti sejarah yang mencatat bagaimana Khilafah Islamiyah berhasil memuliakan, mensejahterakan, dan menjamin keamanan perempuan oleh karena itu sudah selayaknya perempuan muslimah hanya mengambil Islam dan memperjuangkan tegaknya Islam untuk mengubah nasibnya menjadi lebih baik.
Peserta yang hadir sangat antusias dan serius menyimak pemaparan kedua pemateri. Bagi sebagian besar peserta ini adalah ide baru yang memberi harapan besar bagi mereka. Memasuki sesi tanya jawab ibu-ibu berebut untuk menanyakan apa yang belum mereka pahami juga bagaimana mewujudkan pemahaman yang dipaparkan pemateri bisa terealisir dalam kenyataan. Ibu Ela dari Gondanglegi kab. Malang mengajukan dua pertanyaan sekaligus : ” bagaimana solusi yang ditawarkan Islam bisa segera terwujud tidak sekedar sebagai teori atau wacana sehingga kami para ibu bisa segera keluar dari kesulitan dan kemiskinan? Dan bagaimana mewujudkan Indonesia menjadi khilafah sementara Indonesia sebuah negara yang multikultural dan multiagama?”. Kami berharap acara yang sangat bagus ini tidak hanya diadakan di tempat-tempat elit seperti hotel atau gedung-gedung pertemuan tapi juga diadakan di majelis ta’lim di desa-desa terpencil agar ibu-ibu yang tinggal di pedesaan juga memahami materi yang bagus ini? Ujar ibu Sholehah salah satu peserta dari Turen kab. Malang.
Jam 12.10 sarasehan ditutup dengan doa yang dibacakan oleh ibu Hj. Aminah selaku ketua muslimat NU Kec. Gondanglegi Kab. Malang yang hadir dalam sarasehan ini. Semoga sarasehan ini tercatat sebagai amal sholeh yang akan mengantarkan segera tegaknya syariah dan khilafah Islamiyah yang akan memuliakan dan mensejahterakan perempuan sebagaimana harapan seluruh perempuan di dunia. Almar’ah turiid khilafah Islamiyah, Allahu Akbar..!!!

