Wahai Tentara Kaum Muslim! Belum Cukupkah Pembantaian dan Kelaparan Anak-Anak Aleppo Agar Kalian Bergerak Untuk Membelanya?!

Kantor Pusat Media
Hizbutb Tahrir

Nomor: 047/1437 H.
Ahad, 4 Dzul Qa’dah 1437 H./ 7 Agustus 2016 M.

 

Press Release:

Wahai Tentara Kaum Muslim!

Belum Cukupkah Pembantaian Dan Kelaparan Anak-Anak Aleppo Agar Kalian Bergerak Untuk Membelanya?!

Sejak minggu lalu, kaum Muslim di timur Aleppo mengalami blokade brutal yang tak terlukiskan bahwa itu akan dilakukan oleh tentara Asad dan pasukan Rusia. Dimana lebih dari 300.000 penduduk sipil, yang 60% di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, tengah hidup di kota yang diblokade itu. Sementara pasokan medis, air dan makanan sudah menipis dan akan segera habis. Menurut PBB, cadangan makanan mungkin hanya akan cukup untuk beberapa minggu. Sehingga dalam keadaan habisnya pasokan, mungkin saja kota tersebut akan menderita kelaparan dan kekurangan gizi, sama seperti yang dialami Madaya dan kota-kota lainnya yang hidup di bawah blokade rezim tiran Suriah. Salah seorang pekerja bantuan—ia adalah rakyat Suriah dan tinggal di kota Aleppo—mengatakan kepada BBC bahwa sejak blokade persediaan makanan sangat sedikit, sehingga 5 potong roti harus memenuhi kebutuhan keluarga yang terdiri dari 10 orang selama dua hari.

Selain itu, pasukan Suriah dan Rusia terus menerus membombardir kota itu, dan terus membantai rakyatnya, termasuk wanita, anak-anak dan bayi. Mereka juga berusaha untuk menghancurkan infrastruktur dan melenyapkan seluruh rakyatnya. PBB telah melaporkan bahwa empat rumah sakit dan bank darah di timur Aleppo telah diserang berkali-kali pada tanggal 23 dan 24 Juli melalui pemboman udara. Dalam beberapa hari terakhir, juga terjadi dua serangan dalam waktu kurang dari 12 jam di rumah sakit anak-anak satu-satunya yang masih beroperasi di kota itu. Pada tanggal 29 Juli, rumah sakit bersalin dibombandir, akibatnya beberapa orang meninggal dan terluka.

Para wanita dan anak-anak kaum Muslim adalah para pahlawan yang gagah berani di kota Aleppo, sekarang menghadapi pilihan sulit, baik tetap di kota dan menghadapi pembantaian atau kematian pelan-pelan karena kelaparan, atau berusaha untuk meninggalkannya, namun kemudian nasibnya juga sama yaitu pembunuhan di tangan para penembak jitu (sniper) rezim selama pelariannya. Akan tetapi, terlepas dari cobaan yang mengerikan ini, justru para saudari Muslimah kita yang pemberani keluar ke jalan-jalan Aleppo untuk berunjuk rasa sebagai bentuk dukungan terhadap para mujahidin. Mereka tidak peduli dengan bom dan peluru rezim tiran. Mereka membawa spanduk bertuliskan “Aleppo tengah bertempur atas nama umat”. Mereka menyatakan keinginannya untuk melindungi umat, karena tentara kaum Muslim berdiam diri dari melaksanakan kewajibannya ini! Bahkan anak-anak Aleppo membakar ban di jalan-jalan tanpa takut untuk menciptakan tirai asap hitam guna menghalangi serangan pemboman yang dilakukan oleh para musuh mereka, sebab mereka yang punya tanggung jawab dan kewajiban untuk membela mereka lebih memilih untuk tinggal di barak-baraknya!

Oleh karena itu, kami bertanya kepada masing-masing komandan, perwira dan prajurit di tentara kaum Muslim: Apa yang Anda lakukan ketika anak-anak dan bayi di Aleppo menghadapi kelaparan dan pembantaian? Mengapa Anda membiarkan mereka sendiri untuk menghadapi nasibnya? Bagaimana kita bisa menerima bahwa anak-anak ini melakukan sendiri pembelaan terhadap umat karena tidak adanya tentara yang melindunginya? Padahal Allah SWT telah membebani kewajiban di pundak mereka, dan Allah akan menghisabnya pada hari kiamat! Selama lebih dari lima tahun hingga sekarang, Anda telah melihat bumi Syam yang diberkati ini telah berubah menjadi panggung pembunuhan massal atas ratusan ribu saudara dan saudari Anda tanpa ada keinginan bergerak untuk membelanya! Selama lebih dari lima tahun hingga sekarang, Anda mendengar jeritan saudari-saudari kita di Suriah, dimana para anjing Asad melakukan penghinaan pada mereka, atau mendengar tangisan mereka pada anak-anak dan keluarganya yang terbunuh tanpa mau memenuhi seruan mereka! Selama lebih dari lima tahun hingga sekarang, Anda menonton anak-anak Suriah dikubur hidup-hidup melalui pemboman udara, atau menonton tengah memakan daging kucing dan anjing untuk bertahan hidup tanpa ada upaya untuk mengakhiri cobaan yang menimpa mereka!

Bagaimana Anda akan bertanggung jawab di hadapan Allah SWT atas sikap Anda yang berdiam diri dari menolong mereka? Sedang kami menyeru Anda untuk merespon secepat mungkin jeritan minta tolong dari para saudara dan saudari Anda. Untuk itu, jadilah Anda para pembela yang mukhlis agar Anda memperoleh kemuliaan dan ridha Allah di dunia, serta pahala yang terbaik di akhirat. Kami juga menyeru Anda untuk memberikan nushrah (pertolongan) pada Hizbut Tahrir untuk mendirikan negara Khilafah Rasyidah ‘ala minhājin nubuwah yang akan memobilisasi tentara tanpa penundaan untuk melaksanakan kewajiban Anda, guna membebaskan kaum Muslim, dan membela mereka yang lemah di seluruh penjuru dunia. Maka, dengan demikian, Anda akan menjadi para pelindung agama! Allah SWT berfirman:

﴿وَمَا لَكُمْ لاَ تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاء وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَـذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًا﴾

Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri yang penduduknya zalim ini, dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!” (TQS. An-Nisā’ [4] : 75).

 

  1. DR. Nasrin Nawaz

Direktur Divisi Perempuan di Kantor Pusat Media Hizbut Tahrir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*