Secara halus, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofyan Wanandi seolah menuduh MUI punya motif uang
Meski berkali-kali dijelaskan RUU Jaminan Produk Halal yang sedang digodok DPR diperuntukkan untuk kaum Muslim, toh beberapa pihak masih tampak keberatan. Salah satunya adalah pengusaha keturunan Tionghoa, Sofyan Wanandi.
Dalam pernyataannya di acara dialog “Economis Chalanges”, di Metro TV, Senin 21:30 WIB, Sofyan mengaku kecewa dengan RUU ini, yang menurutnya, hanya akan membatasi investasi. “Pengaturan seperti itu bahkan dirasakan sangat mengerikan,” katanya.
Sebagaimana diketahui, dialog bertema “Pro Kontra RUU Jaminan Produk Halal” yang dipandu Suryopratomo itu menghadirkan Ketua Umum Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofyan Wanandi, Direktur LPPOM MUI, Dr. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, dan Wakil Ketua Komisi VIII dari Fraksi PDI-P Said Abdullah.
Said Abdullah dari PDI-P bahkan menuduh RUU yang tengah digarap itu sangat berbau sektarian. Lebih jauh, RUU ini menurutnya bertentangan dengan pembukaan UUD 1945, yang melindungi seluruh bangsa Indonesia.
“Yang dilindungi hanya satu golongan saja, “ ujar Said. Menurut Said, dengan memasukkan MUI ke dalam Undang-Undang, sama dengan tidak menghargai perasaan agama yang lain.
Said mengatakan, jika memang pertimbangannya masalah agama, dia menyarankan pemerintah untuk tidak ikut campur terlalu jauh.
“Saya juga heran, kalau maksudnya mau cari duit, kan kita sudah bayar pajak, “ ujar Sofyan Wanandi, bos PT Gemala Container (GC) yang pernah dikabarkan tersangkut kredit macet Rp 89 milyar, agak sinis.
Sementara itu, pihak LPPOM yang diwakili Nadratuzzaman mengelak tuduhan seperti itu. Menurutnya, keberadaan LPPOM-MUI semata-mata hanya untuk melindungi umat Islam. Soal tuduhan ada motif uang, Nadra juga tak membenarkan. Sebab, menurutnya, hingga kini pihaknya bahkan tak memiliki kantor alias nebeng.
Pada akhir pembicaraan, Sofyan berharap agar UU ini bisa mengawal keberadaan pengusaha dan bukan menyulitkan. “Jangan semua dibatas-batasi sehingga membuat kita tidak efisien, “ ujarnya. (hidayatullah.com, 9/9/2009)
Hizbut Tahrir Indonesia Melanjutkan Kehidupan Islam

Buat sofyan wanandi, kami ingatkan bahwa anda mencari makan di negeri muslim dan hidup di negeri muslim kalau anda tidak menghormati hak-hak mereka, tunggu sampai khalifah yang hanif mengajarkan anda untuk bertingkah laku sopan.
memang begitulah watak2 para kapitalis sejati yang hanya menjadikan materi sebagai dasar penentuan benar dan salah trhadap semua kegiatan kehidupannya.Hanya dengan penerapan syariah didalam naungan khilafah sajalah hal hal seperti ini bisa diatasi dengan mudah.
Sbenarny yg ada diotak para” pengusaha” adalah uang,uang&uang tnpa memikrkn apkh producknya halal atau malah haram di jual trs g mikirn konsumen kususny umat muslim…Nah..Pengusha yg bgini neh mustiny di curigai jgn2 diany aja yg benci ke ajarn islam/pemelukny.!Ingat ALLAH tdk tidur..Bertaubtlah..
fitnah seorang Ra’sun Maaliyah..
di oTaknya cuman uanG!!!
Rabbana fansurna ‘alal kaumil dzalimin..
Jangan menyerah MUI maju terus,umat ini harus terus di jaga. Sungguh yang mengerikan kalau barang2 HARAM menguasai negeri ini.
itulah demokrasi. org yg otaknya kebalik kayak gitu jd anggota dewan, gimana gak kebalik negeri ini. mikirnya aja gak karuan gitu. namanya aja yg Islami tapi otaknya anti Islam. emengnya bekerja untuk siapa? Kapitalis tentu….
Said Abdullah lebih khawatir akan eksistensi UUD 45 dibanding terjaganya ummat muslimin atas apa yang telah ditetapkan dalam Qur’an dan Sunnah. Karenanya serahkan saja dunia dan akhiratmu pada UUD 45 agar ia menjagamu dan menuntunmu, serta menjadi hujjahmu di hari kemudian. Dan bagi engkau Sofyan, semoga surga hanya sampai di mata dan tenggorokanmu, lalu kemudian kamu akan mendapati kesempitan hidup di dunia ini berupa ketamakan dan hati yang tak pernah terpuaskan oleh materi. Sungguh itulah neraka yang sejati di dunia ini.
yah itu lah bukti nikmatnya tinggal di negeri mayoritas muslim macam indonesia ini..mau usaha gampang, bebas, mo korupsi hayu, mo menghina syariah Islam monggo…
lha wong penguasanya juga nurut apa kata pengusaha ko.
Partainya sekuler, otaknya sekuler ya perbuatannya sekuler…!
Kapan mau insyaf…!
sofyan wanandi? hiiiy…. serigala yg lengkap dengan bulunya.Hueks
orang yg punya masalah kredit macet mestinya diusut dan ditanya kapan ngeberesin kredit macetnya, bukan dimintai pendapatnya.
sofyan wanandi harus ingat kamu hidup dinegri yang masyarakatnya manyoritas muslim wajar kalau umat islam menuntut produk yang halal
Sekarang tergantung kita umat Islam. Musuh kita sudah semakin berani menginjak injak syariah kita. Kita harus tetap waspada, rapatkan barisan menghadapi orang2 tsb. Untuk MUI terus perjuangkan aspirasi dan syariat Islam insyaallah kami akan selalu mendukungmu untuk selamatkan umat ini dengan ridho ALLAH.