Mayoritas kaum muda Muslim Inggris merasa dianggap perwujudan setan dan menjadi bahan serangan oleh polisi dan media, sementara mereka menghadapi dilema untuk berpegang teguh pada identitas Muslim mereka dalam sebuah masyarakat yang semakin tumbuh curiga, kata sebuah lembaga penelitian yang berbasis di London dalam sebuah laporannya pada hari Selasa, 1 September 2009 . “Mereka melihat satu kesalahan dari seorang Asia dan akibatnya seluruh masyarakat … harus membayar kesalahan itu,” kata seorang Muslim yang tak mau disebutkan namanya dalam laporan yang berjudul “Terlihat dan Tidak Didengar: Suara Kaum Muda Muslim Inggris”.
Laporan, yang dibuat oleh Lembaga Penelitian Islam Pusat Riset Kebijakan, mengingatkan bahwa sejak terjadinya serangan 7 Juli 2005 di London, media-media menggambarkan komunitas Muslim sebagai suatu ancaman nasional. Inggris adalah tempat tinggal bagi hampir 2 juta Muslim, yang kebanyakan dari mereka berasal dari Asia Selatan. Suatu studi yang dibiayai oleh Pemerintah Inggris baru-baru ini juga telah menemukan gempuran cerita-cerita negatif dan tidak seimbang di media-media Inggris telah membuat kaum Muslim dan agama mereka seperti sumber ketakutan dan menggambarkan mereka sebagai musuh di dalam selimut. Kaum muslim Inggris juga telah menjadi sasaran penuh dari undang-undang anti-teror sejak terjadinya serangan 7 / 7. Mereka telah berulang kali mengeluhkan penganiayaan yang dilakukan oleh polisi dengan alasan yang tidak jelas selain karena Muslim. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Financial Times juga menunjukkan bahwa bangsa Inggris adalah bangsa yang paling curiga terhadap Muslim. (khilafah.com, 7/9/2009)
Hizbut Tahrir Indonesia Melanjutkan Kehidupan Islam

saatnya hukum Allah di tegakan di bumi Allah