Pengadilan Tinggi Islamabad (IHC) pada hari Kamis memerintahkan Direktur Jendral Intelejen Militer (MI) untuk hadir di pengadilan pada tanggal 10 Agustus bersama dengan empat orang aktivis organisasi terlarang Hizbut Tahrir .
Sejak tanggal 15 Juli, telah diajukan lima permohonan kepada IHC atas upaya ditemukannya kembali para aktivis HT Pakistan yang hilang itu. Sanawar Shah, telah mengajukan permohonan terbaru untuk bisa menemukan kakak iparnya, Abdul Wajid.
Menurut permohonan yang diajukan itu, Imran Yousafzai dan Hayyan Dawar Khan diculik pada tanggal 11 Juli; Osama Hanif pada tanggal 21 Juli; Dr Abdul Qayyum pada tanggal 27 Juli dan Wajid pada tanggal 30 Juli.
Pada hari Kamis Hakim Agung IHC, Iqbal Hameedur Rehman, kembali mendengar empat permohonan yang sama tentang aktivis yang hilang itu.
Wakil Jaksa Agung Tariq Mehmood Jahangiri mengatakan kepada pengadilan bahwa Intelejen Militer telah menyangkal menculik para aktivis HT sementara Inter-Services Intelligence (ISI) meminta waktu lebih banyak sebelum mengirimkan jawaban. Dia mengatakan setelah mendaftarkan hilangnya Margalla, Koral dan Rahim Khan Yar, kantor polisi telah memulai penyelidikan untuk menemukan kembali para aktivis itu. Dia mengatakan ia telah menginstruksikan kantor polisi Shalimar untuk mendaftarkan laporan penculikan atas Osama Hanif. “Laporan kehilangan akan didaftarkan segera.”
Tapi Umar Hayat Sindhu, pengacara pemohon tersebut, menduga bahwa para aktivis yang hilang telah ditahan oleh Intelejen Militer di Markas Besar Intelejen.
Meskipun hakim agung menawarkan nasihat pemohon kepada juru sita pengadilan untuk menemukan kembali orang-orang yang hilang itu, ia bersikeras untuk bisa menemukan cara untuk bisa menghadirkan mereka di pengadilan.
Prof Mohammad Hanif, ayah dari Osama Hanif yang hilang, mengatakan kepada pengadilan bahwa pada tahun 2004 para pejabat ISI telah menahan anaknya tapi kemudian melepaskannya. Ia mengatakan karena sikap bermusuhan dari badan-badan intelijen itu, ketiga anaknya telah meninggalkan negara itu dan menetap di luar negeri.
Perintah pengadilan mengatakan: “Pengacara bagi permohonan itu menyangkal pernyataan tertuduh No 4 (Direktur Jendral MI) dan menyatakan bahwa dia dipanggil untuk menghadirkan orang-orang yang ditahan itu di pengadilan sesuai dengan permohonan Termohon Nomor 4 yang meminta dihadirkan di pengadilan pada tanggal 10 Agustus, 2011. ”
Mendengar permohonan kelima mengenai hilangnya Wajid, pengadilan mengeluarkan pemberitahuan kepada Direktur Jendral ISI dan MI serta Kepala Polisi Lahore. Pemohon menuduh bahwa pejabat ISI, MI dan polisi setempat dipersenjatai dengan senjata mematikan dan menculik Wajid pada tanggal 30 Juli dan sejak itu keberadaanya tidak diketahui.
sumber: http://www.dawn.com/2011/08/05/mi-directed-to-produce-missing-hizb-activists-2.html
Hizbut Tahrir Indonesia Melanjutkan Kehidupan Islam

Kalau akal intelektual sudah tak kuasa melawan, tinggalah kekuasaan, otot dan senjata yang diandalkan. Jatuhlah rejim institusi kelas binatang !