Senator AS John Kerry Bertemu dengan Petinggi Ikhwan

Senator AS John Kerry bertemu dengan anggota Ikhwanul Muslimin Mesir, kelompok Islam yang akan mendominasi parlemen baru, serta penguasa militer negara itu dan perdana menteri pada hari Sabtu kemarin (10/12) .

Ikhwanul Muslimin mengatakan dalam sebuah pernyataan tiga pejabat tinggi mereka menghadiri pertemuan dengan Kerry, yang didampingi oleh Duta Besar AS Anne W. Patterson.

Dalam pertemuan mereka dengan senator Demokrat dari Massachusetts, pejabat Ikhwanul bersumpah untuk menghormati hak-hak sipil dan perjanjian internasional yang telah ditandatangani di masa lalu, mungkin sebuah upaya untuk meredakan kekhawatiran bahwa kelompok ini mungkin mencoba untuk mengkaji kembali perjanjian damai Mesir dengan Israel.

Kerry, yang juga ketua Senat Komite Hubungan Luar Negeri, merupakan salah satu politisi AS pertama yang menyerukan Mubarak untuk mundur awal tahun ini selama aksi protes besar-besaran yang menyebabkan kejatuhannya pada Februari setelah hampir 30 tahun berkuasa.

Kerry mengatakan kepada anggota Ikhwan pada hari Sabtu kemarin bahwa ia tidak terkejut dengan keberhasilan Ikhwan dalam pemilihan parlemen, menurut sebuah pernyataan dari kelompok tersebut.

Pemilu di Mesir adalah yang pertama sejak Mubarak digulingkan dan dianggap sebagai pemilu Mesir paling adil dan bebas selama ini.

Kerry juga bertemu secara terpisah dengan Marsekal Hussein Tantawi, yang telah memerintah negara itu sejak Mubarak digulingkan. (eramuslim.com, 11/12/2011)

3 comments

  1. Saatnya kaum muslimin tidak perlu bermanis muka kepada pihak-pihak yang jelas-jelas ingin melanggengkan penjajahan di negeri-negeri kaum muslimin.. Allahu Akbar.

  2. apakah ini menunjukkan bahwa apa yang diperjuangkan Ikhwanul Muslimin tidak jelas alias kabur sehingga generasi yang beruntung ini seakan tidak tahu langkah apa yang harus ditempuh.

  3. لا تركنوا إلى الذين طلموا فتمسكم النار

    janganlah kalian condong kepada orang-orang dhalim, maka api neraka akan membakarmu. (QS hud 15)

    Tarkanuu = Tamiilu artinya condong, tardhauna ‘amalahum (meridhai perbuatan mereka),Yudahiinuuna (Menjilat/bermanis muka,Wa laa talhiku bil musyrikin (Jgn bersekutu dg org-org Musyrik)
    Janganlah kalian berpihak/condong, meridhai perbuatan mereka, atau bersekutu dengan mereka dan bermanismuka menjilat dihadapan mereka.
    inilah sikap seharusnya yang diambil oleh Ikhwan al Muslimin.
    hanya satu yang wajib dilakukan orang Islam dihadapan kafirun, mendakwahinya dan mengkritik perbuatan dan kebijakannya. (Kalimatul hak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*