HTI Press. Aksi Damai Tolak Kenaikan harga BBM yang dilaksanakan DPC HTI Pangandaran bersama umat, berlangsung mulai pukul 15:30 wib. Mengawali Aksi, Orasi dan Teatrikal dilakukan terlebih dahulu di Bundaran Kota Pangandaran, dilanjutkan dengan konvoi mobil, motor, kereta mini dan juga dikawal oleh tiga mobil dari kepolisian, dengan route mengelilingi Kota Pangandaran. Sebanyak 80 peserta lebih ikut dalam aksi ini, mereka membawa poster yang mengutuk kezhaliman penguasa, bensin campur penderitaan rakyat, campur kebohongan penguasa, campur tangan asing.
Lambaian tangan serta teriakan takbir dan dukungan dari masyarakat sepanjang jalan menandakan bahwa mereka pun memiliki perasaan yang sama, yakni kenaikan harga BBM haruslah ditolak, karena menyengsarakan rakyat. Mereka menyadari dengan kebijakan menaikan BBM dengan dalih apapun akan memicu kenaikan bahan-bahan kebutuhan pokok yang lain. Sontak takbir mengiringi perjalan aksi.
Dalam aksi yang mendapat sambutan hangat masyarakat ini, pemaparan-pemaparan orator mencoba menjelaskan kepada masyarakat bahwa inti dari aksi ini adalah untuk melawan kezhaliman penguasa, sebagai bukti tanda keimanan kepada Allah SWT. Kemudian dijelaskan pula bahwa solusi tuntas pengelolaan BBM adalah dengan menumbangkan rezim, dan mengganti sistem demokrasi dengan syari’ah dan khilafah.
Aksi ditutup dengan membacakan pernyataan resmi Hizbut Tahrir Indonesia tentang penolakan kenaikan harga BBM, yang dibcakan oleh DPC HTI Pangandaran Ust. M. Irfan Anshory, SPt. Sebelum aksi berakhir, salah satu wartawan televisi nasional MetroTV dan media lokal myPangandaran.com mewawancarai ketua DPC HTI Pangandaran terkait maksud dan tujuan acara tersebut.
Acara berakhir dengan tertib dan lancar pada pukul 17:00, kemudian anggota HTI bersalaman dengan aparat kepolisian. Dan peserta aksipun segera membubarkan diri. []Sawin
Hizbut Tahrir Indonesia Melanjutkan Kehidupan Islam


