Dauroh Tokoh Banjarnegara:Demokrasi Sistem Rusak Dan Khilafah Sistem Yang Haq..!

HTI Press, Banjarnegara. Demokrasi bertentangan dengan aqidah Islam, karena telah menyerahkan kewenangan membuat hukum kepada manusia (wakil rakyat). Padahal dalam Islam hak membuat hukum ada di tangan Allah SWT. Demikian terungkap dalam dauroh Tokoh yang diselenggarakan DPD II HTI Banjarnegara Jateng (24/3).

Kurang lebih 63 tokoh Banjarnegara hadir dalam dauroh umum yang mengangkat tema aktual saat ini yaitu Demokrasi  Sistem Rusak dan Khilafah Penggantinya. Dauroh ini menghadirkan pembicara Ust. Adam Romulo dari DPP HTI dan ust. Abdurrouf dari DPD II HTI Banyumas.

Pada sesi pertama disampaikan tentang kerusakan Demokrasi oleh Ust. Abdurrouf, beliau menyampaikan demokrasi bertentangan dengan aqidah islam, karena telah menyerahkan kewenangan membuat hukum kepada manusia (wakil rakyat). Padahal dalam Islam hak membuat hukum ada di tangan Allah SWT. Selain Demokrasi sistem kufur (bertentangan dengan aqidah islam), demokrasi juga sistem yang rusak. Dalam prakteknya banyak menimbulkan kerusakan-kerusakan di muka bumi. Demokrasi diterapkan di Irak yang terjadi adalah banyak umat islam dibantai oleh Amerika Serikat, saat diterapkan di Uzbekistan, banyak pejuang islam masuk penjara bahkan dibunuh oleh rezim Islam Karimov (presiden Uzbekistan). Di Indonesia demokrasi diterapkan, hanya menghasilkan kemiskinan, korupsi, maraknya seks bebas, penjarahan sumber daya alam oleh asing dan lain sebagainya.

Adapun pembicara kedua dari DPP HTI menyampaikan bahwa khilafah selain sistem pengganti terbaik dari demokrasi, Khilafah juga sistem yang telah dijanjikan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya yang  insya Allah akan tegak kembali. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits nabi SAW  riwayat Ahmad. Oleh karena itu, saya mengajak para tokoh semua yang hadir disini untuk pastikan diri kita termasuk ke dalam barisan ummat Islam yang sibuk mengupayakan tegaknya babak kelima tersebut : tegaknya khilafah yang mengikuti manhaj kenabian – karena ini merupakan tanggung jawab kita atas nasib masa depan umat dan agama ini. Jangan hendaknya kita malah terlibat dalam berbagai program dan aktivitas yang justru melestarikan babak keempat alias babak kepemimpinan penguasa diktator di era modern ini.

Di akhir penghujung acara, moderator ust. Amin RH, menyeru dan mengajak para peserta, “setelah mengikuti acara ini, apakah bapak-bapak sekalian sepakat sistem Demokrasi adalah sistem kufur dan rusak ? semua menjawab ya benar….Apakah sistem Khilafah adalah sistem yang haq? semua menjawab ya benar …Maka kewajiban seorang muslim apabila mengetahui kebenaran adalah mengikutinya dan mengatakannya tanpa rasa takut oleh siapa pun. Sebab ini bagian dari amar ma’ruf nahi munkar. Siapa saja yang berdiam diri dari mengatakan kebenaran maka ia adalah setan yang bisu”.

“Karena itu, wahai umat Muhammad SAW, mari kita bergandengan tangan, berjuang bersama-sama demi tegaknya Islam dan tegaknya Khilafah dengan menghadiri kegiatan Muktamar Khilafah di kota-kota besar di Indonesia dalam rangka menggugah kesadaran umat dan menyatukan potensi umat demi terwujudnya Islam yang menebar rahmat dalam Khilafah Islamiyah”.  Alhamdulillah.. dari 63 peserta semuanya menyatakan siap dan mengangkat tangan bersedia hadir dalam kegiatan Muktamar Khilafah di Semarang. Allahu Akbar…!!!!  []HTI Banjarnegara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*