HTI Press. Tahun Pertama dalam Islam bukanlah kelahiran Nabi Muhammad SAW, bukan pula saat lelaki mulia itu dianggat menjadi Nabi dan Rasul, tetapi dimulai saat beliau hijrah dari Mekkah ke Madinah. “Hijrah adalah momentum sangat penting!” ungkap Fadhil Yusuf, aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Tangerang, Senin (4/11) di Masjid Awwabin, Sepatan, Tangerang, Banten.
Menurutnya, penetapan hijrahnya Rasulullah SAW dijadikan tahun pertama penanggalan Islam ditetapkan pada era Khalifah Umar bin Khaththab ra atas usul shahabat Ali bin Abi Thalib ra. “Hijrah dilakukan setelah adanya dukungan dan kesiapan masyarakat Madinah (Yathrib) yang siap menerima Rasulullah untuk melaksanakan hukum-hukum Islam, disamping Allah SWT memerintahkan hijrah,” ungkapnya.
Sejak saat itulah, syariat Islam secara kaaffaah dapat ditegakkan di dalam negeri, sedangkan ke luar negeri kaum Muslim melancarkan dakwah dan jihad, hingga runtuhnya khilafah pada 1924 M di Turki.
Dalam kesempatan itu, Ketua DKM Masjid Awwabin KH Bukhori Muslim menyatakan harus adanya sikap sabar dalam perjuangan menegakkan kembali syariah dan khilafah serta selalu berdo’a kepada Allah SWT.[]Syofyan Syukur/Joy
Hizbut Tahrir Indonesia Melanjutkan Kehidupan Islam








