Equador Mengusir Kedua Kalinya Diplomat Amerika Selama Kurun Waktu Dua Minggu

HTI-Press. Pemerintahan Equador memberi tenggang waktu 2 X 24 jam kepada Mark Sullivan dan sekretaris utama keduataan Amerika di Quito, ibu kota Equador agar segera meninggalkan kota, dengan tuduhan telah mengintervensi urusan-urusan dalam negeri Equador.

Pemerintahan presiden Equador, Rafael Vicente Correa Delgado, sebelumnya, pada awal bulan Pebruari telah mendeportasi diplomat Amerika yang lain, yaitu Armando Astroga, atase departemen keamanan dalan negeri di kedutaan Amerika dengan tuduhan yang sama.

Pemerintahan Obama berusaha dengan sekuat tenaga untuk meminimalisir intensitas krisis. Ia menolak tuduhan-tuduhan Equador dengan cara tipuan diplomasi. Sebagaimana ia berusaha menjernihkan hubungan dua negara yang sedang kisruh akibat berita-berita yang tidak menyenangkan. Hanya saja pemimpin Equador tetap tegas dengan sikapnya. Ia menolak bentuk konsiliasi apapun yang diinginkan Amerika. Ia tetap menjalankan kedaulatan sebenarnya atas negeri yang dipimpinnya. Dalam hal sikap tegasnya ini, pemerintahan Equador bergabung dengan negara-negara Latin yang lain, yang dikomandoi oleh Venezuela dan Bolivia yang menentang hegemoni penjajahan Amerika.

Lihatlah! Apakah para pemimpin negara-negara Arab yang sedang tersungkur kelelahan dapat mengambil pelajaran dari sikap politik yang cerdas dan terhormat, yang ditunjukkan oleh negara miskin dan lemah, seperti Equador dan Bolivia ini?!!! (mb/al-aqsa.org)

3 comments

  1. adakah wahai pemimpin ummat yang mau meniru keberanian equador?
    mana taringmu, mana lidahmu, mana senjatamu? apakah semua itu hanya untuk menakuti kaum muslim yang mengatakan ” Tuhan kami hanyalah Allah dan rasul kami adalah Muhammad saw ”
    sungguh takutlah pada Allah swt saat kalian nanti dihadapkan pada pengadilan di dunia saat khilafah tegak dan di akhirat di yaumil Hisab.

  2. Saya sangat salut dengan para pemimpin yang benar-benar tegas terhadap kekuatan asing yang ingin ikut campur dalam urusan negaranya. Begitulah semestinya sebuah negara yang berdaulat dan punya harga diri seperti sikap yang ditunjukkan oleh pemimpin Equador. Bagaimana dengan pemimpin Indonesia, sangat takut sekali dengan yang namanya kekuatan asing, rela menggadaikan harga diri bangsa dan menyerahkan hampir semua kekayaan alam bangsa untuk kemakmuran bangsa asing. Masih layakkah kita sebagai bangsa Indonesia di sebut bangsa yang berdaulat dan punya harga diri. Banyak pejabat dan wakil rakyat di DPR/MPR yang korup dan haus akan kekuasaan serta harta.

  3. Bismillahirrahmaanirrahiem.
    Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Kalau ECUADOR negeri mini di Amerika Latin bisa “mendepak”
    United Satans of Arrogance, WHY WE’RE AS THE WORLD’S MOST POPULOUS MOSLEM IN THE WORLD CAN’T DO THE SAME!!! Pemilu ini adalah momen bagi Muslim Nusantara untuk tidak memilih SISA-AMPAS NAJIS-NAJIS ORBA dan PARA BENCONG KAMBUHAN YANG MENGAKU CALEG!!!!! Insya Allah, akan muncul CAPRES Muslim yang qona-ah dan amanah. IF, NOT? THIS COUNTRY WILL DOOM!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*