Lawan Speaker Phobia SBY

Sehari setelah massa HTI dilarang menggunakan sound system ketika menyampaikan aspirasinya di depan kedubes AS, DPP HTI mengadu kepada Komisi I DPR RI, Rabu (31/12) di Gedung DPR MPR RI Jakarta. Kedatangan mereka pun disambut hangat oleh Anggota Komisi I Abdillah Toha.

Ketua Umum DPP HTI Hafidz Abdurrahman menyampaikan keluhannya sebetulnya apa yang membuat aparat kepolisian tiba-tiba saja melarang aksi menentang penyerangan Israel di Gaza itu menggunakan sound system. Penanggung jawab aksi damai (masyirah) Muslimah HTI Abdullah Fanani pun mengeluhkan hal yang senada.

Fanani mengatakan, padahal pada Ahad (21/12) Muslimah HTI telah melakukan masyirah juga pakai sound system di depan kedubes AS long marc ke Gedung Meneg PP dan berakhir di depan Istana Presiden. Usai orasi di Meneg PP, mobil sound system di hadang oleh beberapa motor polisi yang bertugas saat itu. Polisi tersebut mengatakan tidak boleh membawa sound system ke depan Istana, kalau di tempat lain boleh.

Lalu saya bertanya dasarnya apa, polisi itu menyebutkan dasarnya adalah ketertiban umum. Awalnya saya tidak bisa terima, karena kami merasa tidak melanggar ketertiban. Karena memang aksi damai itu boleh, yang dilarangkan membuat anarkis. Akhirnya saya mengalah, mungkin saja SBY masih ‘trauma’ dengan aksi yang dilakukan kelompok lain beberapa waktu lalu di depan Istana yang yang suaranya konon mengganggunya, tandas Fanani.

Mengomentari hal itu, Abdillah Toha mengatakan ketertiban umum memang merupakan klausul yang sangat sensitif seperti karet dapat ditarik kemana saja sesuai keinginan si penariknya. Yang saya ketahui masalah pengeras suara itu berawal dari komplen, keluhan SBY dalam suatu rapat kabinet. Kemudian kapolri yang tidak mau kehilangan jabatannya itu langsung “Siap Pak!” kira-kira begitu.

Wakil Jubir HTI Farid Wadjdi menambahkan, sirine mobil Presiden SBY juga sebetulnya mengganggu ketertiban umum. Begitu juga orang-orang dan kendaraan lain yang tiba-tiba harus minggir karena iring-iringan presiden lewat juga mengganggu ketertiban umum. Bahkan terbukti telah membawa korban.

Sikap polisi dilapangan kadang-kadang malah jadi irasional. Baik karena kedisiplinan mereka terhadap perintah kapolri atau karena orang-orang di bawah itu tidak mau repot menerima teguran dari komandannya. Sehingga HTI yang sejak pertama kali demo hingga saat ini menggunakan sound system tidak pernah kisruh kok malah tiba-tiba dilarang, sambung salah satu anggota DPP HTI Harist Abu Ulya.

Malah tindakan yang tiba-tiba melarang menggunakan sound system di depan kedubes AS itu lah yang dapat menimbulkan terganggunya ketertiban umum. Karena massa yang tadinya marah kepada Israel malah bisa berbalik ke aparat kepolisian karena aspirasi mereka dihambat, tambah Hafidz.

Untung kemarin kita segera sigap dan terpaksa menolak untuk tidak menggunakan pengeras suara di kedubes AS. Justru dengan mike itu kita bisa instruksikan kepada massa untuk tidak melawan polisi. Karena kami menganggap bahwa polisi ini bukan musuh, beber Hafidz.

Di penghujung pertemuan, Abdillah Toha menegaskan, “pelarangan ini harus kita lawan!” Karena kalau kita biarkan, setelah pelarangan speaker akan menyusul larangan-larangan lainnya. Saya fikir kedatangan saudara-saudara ke sini baik sekali. Kita akan carikan jalan untuk melawannya. Karena kalau tidak, nanti bukan hanya masalah pengeras suara saja. Tapi akan merembet ke yang lainnya. Ini berbahaya, karena ini bukan saja membatasi hak bersuara atau menyampaikan pendapat namun dari sisi keamanan juga tidak menguntungkan, tandasnya.

Saya tahu persis demo-demo HTI sangat tertib. Saya kira bila Anda menanyakan kepada siapa pun mereka akan mengetahui hal itu. Meskipun tidak mengakui tapi dalam hatinya pasti mengakui bahwa demo-demo HTI itu tertib. Tolong diperjuangkan terus, saya akan membicarakannya dengan kawan-kawan nanti terutama di Komisi III, karena Kapolri itu merupakan mitra di Komisi III. Di Komisi I nanti saya akan mempertanyakan dasar hukumnya pada menteri pertahanan.

Kalau pemerintah mengatakan bahwa dasarnya adalah ketertiban umum akan kita lawan. Sementara itu sebagai anggota DPR disamping ada hak-hak kolektif anggota DPR ada juga hak-hak pribadi anggota DPR diantara lain adalah hak bertanya dari anggota DPR, nanti saya akan menulis surat pada presiden untuk mempertanyakan apa dasar-dasar pelarangan tersebut. Saudara-saudara juga bisa mengambil langkah-langkah lebih lanjut bersama kawan-kawan yang lain.

Koordinator aksi di kedubes AS Harits Islam menyampaikan pesan pamungkasnya, Bapak Abdillah juga bisa sampaikan kepada presiden bahwa kita sebetulnya tidak perlu melakukan aksi bila kebijakan pemerintah itu pro rakyat dan sesuai dengan syariat Islam.

Kebijakannya yang tidak pro syariah dan tidak pro rakyat itulah yang kita sikapi. Karena kalau tidak kita sikapi kita akan merasa berdosa dan beliau pun juga berdosa.Oleh karena itu jika ingin menyelesaikan masalah jangan dengan melarang menggunakan sound system tetapi kebijakannyalah yang harus dirubah, pungkasnya.[] (joko prasetyo/mediaumat.com)

13 comments

  1. Wah saya sangat setuju tuh kalo sirine dan iring2an kawal presiden dilarang. Bising dan bikin macet. Mengganggu ketertiban umum. Saya pernah terlambat kerja karena iring2an tsb, akibatnya Gaji dipotong. Kalo saya ngadu ke SBY apa dia mau nambahin gaji saya….

  2. memang begitulah pemerintah kita,seenaknya saja kalo buat alasan.

  3. SBY membuktikan diri sbg orang yg emosional dan g mw mendengar suara rakyat.
    Maklum beliau sgt sibuk dan merasa berat ngurus negara. tp masih aja mw jd Presiden lagih. salah sendiri sih pake sistem kufur jd pasti berat bgt….

  4. Pemerintah kita memang egois, selalu bersikap keras dan tegas terhadap rakyatnya sendiri, terutama yang memperjuangkan keadilan dan kebenaran, mereka selalu memutar balik kata untuk membodohi rakyatnya. Coba kalau kepada negara asing mereka manut dan nurut bak kerbau dicocok hidungnya, bahkan bila perlu pantat siap menjilat pantatnya. Bila demo menggunakan sound system saja sudah di larang,saya yakin suatu saat nanti azan di setiap mesjid akan di larang menggunakan sound system.

  5. Pemimpin yg jahat adlh pemimpin yg lalai dlm mengatur urusan umatxnya
    sby bukan hanya lalai,tp ia mempersulit umatx.ia pemimpin zalim.rakyat membencinya bgtu jg ia mbenci rakyatx.saatx thalabun nusroh.sbaikx sby menyerahkan kekuasanx kpd kaum muslimin scr iklas.

  6. Cermin penguasa pengecut memang seperti itu, tidak mau dikritik, tidak mau memikirkan rakyatnya, tidak mau disalahkan,dan tidak mau memihak kepada kebenaran dan keadilan. Penguasa pengecut maunya duduk disinggah sana kekuasaan tanpa mau bertangggung jawab. Maunya memperkaya diri sendiri, keluarga, dan kelompoknya tak peduli rakyat hidup menderita. Maunya bersujud kepada thogut kekafiran, maunya taat kepada sistem selain Islam, maunya jadi antek penjajah alias jadi jongos alias jadi babu. maunya menjual aset negara kepada asing .Inilah cermin penguasa muslim saat ini yang layak dicampakan. Nauzubillahi minzalik.

  7. Semakin membuka tabir pengkhianatan penguasa negeri – negeri muslim terhadao kaum muslim.

  8. Sudah budek pura2 mendengar dan keberisikan :))
    Buktinya pakek speaker saja tidak dengar , gimana kalau tidak pakek speaker ????

    Kalau hal ini dibiarkan, lama2 tidak ada lagi azan pakek speaker dari Mesjid dan Musholla, sebagaimana terjadi di Mesir… Hanya mesjid yang diizinkan saja yang boleh .

    Abu Ibrahim

  9. setuju.
    sebuah closing statement yg cantik.

  10. sebenarnya pidato kenegaraan SBY tu juga bikin berisik, apalagi pas rapat kabinet, waktu enak-enak buat tidur malah treak-treak pake marah-marah lagi… mending juga gak usah pake pengeras suara..!!! biar damai… damai… damai…
    kenapa berisik, karena isinya kosong.
    kosong dari keberpihakan kepada rakyat…
    dan kosong dari petunjuk Allah swt…
    penguasa sangat mulia jika bisa adil, dan sangat hina jika dzalim.
    dan kedzaliman yang sangat besar adalah mencampakkan hukum-hukum Allah swt.
    Imam Ibn Katsir di sela-sela tafsirnya atas ayat 48-50 al-maidah mengatakan: “wa man fa’ala dzaalika fahuwa kaafir yajibu qitaaluhu …” [orang semacam itu adalah kafir, wajib diperangi samapai dia kembali kepada hukum Allah dan RasulNya].
    Allah Akbar!

  11. alaah…
    sitem ini mana mau denger suata rakyat…
    jangan harap deh suara kitadi dengar sama sistem saat ini..
    kami tak punya pilihan tuk percaya ma kapitalisme..
    ga banget!

    cuma syariah yang kami percaya..
    ga ada yang lain..
    mutlak!

  12. muhammad andre

    tetap semangat ustd!
    jangankan dilarang pakai speaker…
    walau lidah kita di potong sekalipun
    kita takkan berhenti menyampaikan kebenaran
    Allahu akbar!

  13. hakeem_cerai

    Kebijakan2 pemerintah yang tidak pro rakyat dan tidak pro syari’ah lah yang sudah mengganggu ketertiban umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*