RI dan Enam Negara Bahas Kerjasama Antiterorisme

Indonesia kini tengah membahas rancangan kerja sama antiterorisme dengan enam negara yakni Polandia, Arab Saudi, Serbia, Uzbekistan, Sudan dan Venezuela.

Dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR di Jakarta, Senin, Menko Polhukam Widodo AS mengatakan, hingga saat ini Indonesia telah membuat perjanjian bilateral dalam bidang antiterorisme dengan tujuh negara yakni Australia, India, Pakistan, Sri Lanka, Rumania, Rusia dan Mesir.

“Selain itu, kami juga telah menjalin kerja sama serupa dengan Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Selandia Baru dan negara-negara ASEAN meski belum ada nota kesepahaman,” tuturnya.

Widodo mengatakan, dalam kerja sama internasional antiterorisme itu, dilakukan dalam berbagai bidang seperti pelatihan manajemen krisis, dan chemical biological radiological and nuclear/CBRN, intelijen, kepolisian, militer, Mutual Legal Assistance, penegakan hukum serta peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia.

Khusus di tingkat ASEAN, Indonesia telah menandatangani ASEAN Convention on Counter Terrorism pada 13 Januari 2007, yang merupakan kerangka hukum untuk pemberantasan terorisme di kawasan ASEAN, lanjut Menko Polhukam.

“Kerja sama dengan beberapa negara sangat penting, karena terorisme merupakan kejahatan transnasional yang sangat kompleks yang harus dihadapi bersama-sama, sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1566/2004 yang menyerukan kepada negara-negara anggota untuk bekerja sama penuh berantas tindakan terorisme,” ujarnya.

Tentang potensi ancaman terorisme di Indonesia pada 2009, Widodo mengatakan, tetap harus mendapat perhatian semua pihak secara seksama apalagi belum seluruh jaringan teroris terungkap seperti kelompok Noerdin M Top. (Antara News, 02/03/09)

Komentar:

Isu perang melawan terorisme ternyata belumlah usai. Di bawah baju busuk perang melawan terorisme atau war on terrorism inilah Amerika Serikat dan sekutunya tak henti-hentinya membunuh warga Muslim.

Sangat disayangkan negeri-negeri kaum Muslim seolah menutup mata, malah ikut serta dalam kampanye busuk tersebut. Terbukti, beberapa negera bekerjasama dalam kampanye melawan terorisme itu dengan Negara yang sesungguhnya telah melakukan terorisme nyata di dunia saat ini, seperti AS dan Uzbekistan.

Kenyataan menunjukkan siapa pelaku terorisme sesungguhnya. Bukankah Amerika Serikat telah membunuh lebih dari sejuta warga muslim di Irak dan Afghanistan? Bukankah rezim Uzbekistan membunuh ribuan warga Muslim di negerinya?

Kaum Muslim hanya membutuhkan seorang pemimpin yang tulus yang akan mengembalikan kemuliaan mereka. Hal itu hanya terwujud melalui penegakkan kembali institusi bagi kaum Mulsim, yakni Khilafah Islamiyyah.

2 comments

  1. Sodik Permana

    Terorisme adalah ide barat untuk memerangi Islam dan kaum Muslimin. Dalam berjuang ummat islam , jangan terjebak dengan kekerasan atau senjata. Biasanya orang-orang kafir sendiri yang merekayasa kekerasan, kemudian dituduhkan kekerasan tersebut kepada Islam dan Kaum Muslim, jadi waspadalah. Da’wah pada Syariah, (Daulah/negara) Khilafah itulah yang harus dilakukan saat ini kepada Ummat, sehingga ummat siap dengan khilafah dan syariah yang jalannya seperti yang nabi contohkan yaitu dengan mendirikan Daulah Islam di madinah setelah masa pembinaan dan pengkaderan, interaksi dengan ummat dan perjuanagn politik,dan upaya pengambilalihan kekuasaan lewat ahlunnusroh.

  2. Setidaknya ada 4 sifat yang pantas dilekatkan kepada pemerintah Indonesia terkait Isu terorisme.
    1. Pemerintah Indonesia sangat BODOH.
    2. Pemerintah Indonesia sangat PENGECUT.
    3. Pemerintah Indonesia terbiasa di PERBUDAK.
    4. Pemerintah Indonesia nggak jelas JENIS KELAMINNYA.

    Sudah JELAS! AMERIKA, ISRAEL, dan ANTEK-ANTEK mereka adalah TERORIS yang sebenarnya.

    Agaknya kepemimpinan presiden Megawati masih lebih baik, karena beliau dengan tegas menolak penguasaan Blok Cepu oleh Amerika melalui Exxon Mobile.Menolak mengadaptasi RUU Anti Terorisme pesanan Amerika Serikat sampai akhirnya beliau menyerah setelah Bali dan Jakarta di Bom oleh AS melalui operasi intelijen dengan menggunakan operator lokal. Padahal Rasulullah telah mencela sebuah negeri yang dipimpin oleh wanita. Sementara ketika negeri ini dipimpin oleh seorang yg katanya mantan Jenderal, dengan mudahnya Blok Cepu di serahkan, RUU antiterorisme diadaptasi dan agaknya sebentar lagi Wilayah Natuna Blok D Alpha akan dengan mudahnya diserahkan kepada penjajah setelah ditekan oleh hillary Clinton yang juga seorang wanita.

    Kesimpulan: Pemimpin Indonesia ternyata lebih rendah dan hina dari celaan Rasulullah karena sering kalah dari wanita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*