Kami mengecam keputusan pemerintah yang melarang Hizbut Tahrir secara paksa dalam melaksanakan demonstrasi yang bertajuk “Perang Amerika yang Mengadu Domba Muslim.” Hizb ut-Tahrir Wilayah Pakistan sebelumnya telah memulai kampanye yang mengutuk perang buatan Amerika yang menggunakan tentara muslim sebagai mesin perang Obama yang gagal di Afghanistan dan menyebarkan kekacauan dan ketidakstabilan.
Tindakan pemerintah yang mengirim ratusan polisi dan intel, lengkap dengan pentungan dan gas air mata, melarang warga untuk berkumpul di tempat berlangsungnya aksi damai. Pemerintah lalu memukuli aktifis Hizb dan peserta demonstrasi lainnya dan menahan kurang lebih 30 orang dari Lahore, Karachi, dan Rawalpindi.
Hizb ut Tahrir secara jelas adalah partai politik non kekerasan dan tidak mentolerir tindakan fisik. Oleh karenanya, meskipun di provokasi oleh langkah represif pemerintah tersebut, Hizb memilih untuk membubarkan diri secara damai tanpa melakukan perlawanan fisik.
Lebih jauh lagi, Hizb berbeda dengan partai politik lainnya karena ia tidak melakukan tindakan pengrusakan benda milik umum dan pribadi, karena tindakan anarkis seperti itu tidak termasuk dalam metoda Shar’iy dalam memperjuangkan Negara Islam. Maka dari itu, kami mempertanyakan ‘nilai toleransi’ macam apa yang didengungkan oleh demokrasi dimana warga ditahan hanya karena menyuarakan pendapat secara damai dalam melawan ketidakadilan pemerintah? Maka tidak syak lagi bahwa sesungguhnya diktatorisme dan demokrasi adalah sama saja! Masyarakat kini sadar bahwa demi menyenangkan majikan kolonial, demokrasi dan diktatorisme adalah setali tiga uang.
Pemerintah kini menunjukkan sekali lagi bahwa ia tidak peduli nasib warganya, dan justru menunjukkan kemampuan untuk bertindak brutal melawan warganya sendiri. Ini tidak mengejutkan karena pemerintah Pakistan memang tega membunuh penduduk di Swat, menumpahkan darah tentara muslim Pakistan, dan menghancurkan kedamaian lebih dari 2 juta penduduk demi menyenangkan Amerika.
Pemerintah telah menekan aktifitas Hizb ut Tahrir yang mengungkap kejahatan Amerika dan antek-anteknya di pemerintah Pakistan. Pemerintah menjadi takut terhadap sikap Hizb dan berusaha untuk membungkamnya. Dengan melarang Hizb ut Tahrir, pemerintah sekali lagi menunjukkan kenyataan bahwa ia bekerja demi kepentingan kaum kolonialis.
Hizb ut-Tahrir Wilayah Pakistan akan terus melancarkan kampanye untuk mengundang masyarakat, partai politik lain, dan para ulama khususnya untuk menolak semua tindakan yang mengancam muslim dan Islam.
Hizb ut-Tahrir Wilayah Pakistan mengulang kembali beberapa tuntutan, yaitu;
1. Perang buatan Amerika ini harus segera dihentikan dan tidak boleh lagi anak-anak muda kita dalam militer Pakistan digunakan sebagai pion Obama.
2. Semua keberadaan Amerika baik secara militer, politik, dan intelijen harus diusir karena mereka adalah penyebab kekacauan dalam negeri Pakistan.
3. Tentara harus menolak perintah komandan mereka dalam membunuh sesama muslim, dan memberikan dukungan kepada Hizb ut Tahrir untuk menegakkan Khilafah dan membebaskan Aghanistan dari pendudukan Amerika dan Kashmir dari pendudukan negara musyrik India.
Naveed Butt Juru Bicara Hizb ut-Tahrir Pakistan
(Sumber : Kantor Berita HT Pakistan; Siaran PERS No: PR09026; Tanggal: 7 Jama’di al-Thaani 1430 H / 31 Mei 2009 M)
Links:
– Foto Aksi Brutal Polisi Pakistan
Hizbut Tahrir Indonesia Melanjutkan Kehidupan Islam

Ini lah saatnya masyarakat sadar, demokrasi itu sendiri lah yg merupakan diktatorisme.tapi sayang, masyarakat sudah terlanjur terpengaruh dengan realita kufur.
Luar biasa semangat dakwah saudara-saudara kita di pakistan, nampaknya rezim demokratis baru Pakistan yang beberapa bulan ini mulai latah menyuarakan ide HAM dan kebebasan berpendapat sudah kewalahan dengan argumen-argumen yang disuarakan oleh Hizbut Tahrir Pakistan sehingga menjadi gugup dan mempertontonkan kekalahan intelektual mereka dengan membubarkan aksi-aksi damai HT Pakistan di berbagai kota. Tapi kita semua tahu suara nyaring HT dalam menyuarakan kebenaran dan membela umat Islam tidak akan bisa dihentikan dengan cara-cara seperti itu, jadi kita tunggu saja sesaat lagi, kegiatan HT berikutnya dalam menyadarkan umat untuk kembali menegakkan Islam secara kaffah melalui khilafah.Bersemangatlah saudaraku di manapun kita berada untuk menyadarkan umat, semakin terasa Khilafah telah didepan mata.
ini tugas kita bersama untuk ambil bagian dalam menyadarkan masyarakat yang masih diperbudak sistem kufur ini lebih gencar lagi…!!!
mumpung masih ada kesempatan untuk berdakwah
karena sebentar lagi khilafah akan tegak di bumi Allah ini… insya Allah dengan izin-Nya.
pahala orang yg mendakwahkan Islam sebelum tegaknya khilafah itu lebih utama daripada orang yg berdakwah setelah tegaknya khilafah.
mari kita lebih semangat lagi dalam berdakwah…!!!
serta kita harus lebih intensif lagi bertaqorrub kepada Allah,agar segera datang pertolongan Allah. Amiiinnn..
Allahu akbar…!!! 3X
Sekali lagi itu menjadi bukti bahwa demokrasi hanya untuk kepentingan Kelompok yg mempunyai power d dunia ini untuk tetap menekan negeri2 yg kecil dan tak berdaya dengan keberadaan agen mereka …
so mari berjuang demi kembalinya Islam memimpin dunia dengan adil dan Berkah….dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah..
Sejak dulu Para pengusung Demokrasi antek-antek AS lagi-lagi tidak demokratis. Mereka mengagungkan kebebasan berpendapat, tapi faktanya membelenggu kebebasan kaum Muslim untuk menyuarakan kebenaran. sejak dulu Demokrasi tidak bagi kaum Muslim. Sejak dulu Demokrasi hanya alat penindas kaum Muslim. Demokrasi hanyalah sampah busuk yang harus dibuang jauh-jauh. Kaum Muslim hanya butuh Khilafah untuk kebaikan semua umat. Wassalam.
tegakkak khilafah dan syariah di bumi allah …
“baarokalloohulakum…, innalloohama’ana…”
sangat jelas!!
demokrasi ciptakan kediktatoran, kamuplase ‘kebebasan berpendapat’ hanya untuk menghancurkan Islam…
Islam menciptakan keadilan…, rahmat bagi seluruh alam…
mari kita perjuangkan untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam dengan menegakkan Khilafah Islam melalui jalan Ummat…
Democrazy is for crazy only. Hanya orang gila yang mendukung demokrasi !!
sekarang kan zaman edan… otomatis semuanya mendukung democrazy dong… giliran kita para dokter yang harus sigap menyembuhkan mereka 1 per 1… mari kita hancurkan democrazy ini lewat dakwah kita kepada para muslim yang terlena oleh kapitalisme….
ayo tegakkan khilafah. kembalikan izzah islam. kita jadikan islam sbg soko guru peradaban dunia. saatnya kita tegakkan khilafah. Allahu akbar!!!. jangan bermalas-malasan wahai umat islam. mari kita bersatu galang dukungan untuk kebangkitan umat islam. lanjutkan kehidupan islam. lanjutkan!!
wahai pemuda islam bersatulah dunia islam menanti langkah sucimu…luruskan niat di hati, rapat barisan sejati jadikan diri pemuda robbani…wahai pemuda islam bersatulah!!
Subhanallah Saudara2 kita di Pakistan, satukan umat dalam naungan khilafah, maju terus sodaraku Allah pasti akan memberikan pertolongan, disini pun kami semangkin semangat untuk medakwah kan Islam, semoga pertolongan Allah cepat turun sehingga khilafah berdiri dan hukum2 nya diterapkan Allahuakbar ….!
semoga Allah memberikan keistiqamahan bagi setiap mu’min yg memperjuangkan islam……
kita semua mempunyai kewajiban untuk menyadarkan ummat akan pentingnya Khilafah Islamiyah. Peristiwa di Pakistan harus lebih menyadarkan kita akan pentingnya membangun persatuan ummat yang tidak lagi dibatasi oleh skat-sekat geografis,budaya,etnik dlsb.Pertolongan Allah pasti akan datang
insyallah semoga ALLAH tetapkan hati ini tunduk pada DienNya, sehingga apabila panggilan jihad untuk berdiri kilafah islamiah jadi tidak ragu, ALLAHU AKBAR!!!!!!
Budi Permana :
2 June 2009 pada 10:51
insya ALlah masyarakat akan tersadar, qt terus berikhtiar dan mengharap nasrullah…Amin