Forum Kajian Tokoh Muslimah: “Syariah dan Khilafah, Sebuah Jalan Baru”
HTI Press–Pada hari sabtu (27/06/09) bertempat di STIA LAN Pettarani Makassar, diadakan Forum Kajian Tokoh Muslimah (ForumKITA) oleh Muslimah HTI Kota Makassar dengan tema ”Syariah dan Khilafah : Sebuah Jalan Baru”. Menghadirkan Pembicara DR.Ir.Hj.Sutina Made, M.Si (Ketua FCMP ICMI Sulsel), Dra.Hj.Helmi Suwarni Rahman (Muslimah FUI Sulsel), Saudiah,SE (Aktifis Muslimah HTI Kota Makassar), Ummu Mutiah,SE.Ak (Koord.Lajnah Fa’liyah Muslimah HTI Sulsel) dan moderator Reni Ibrahim (Lajnah I’lamiyah Muslimah HTI Sulsel). Acara ini dihadiri oleh ibu-ibu dari majelis taklim dan berbagai ormas.
Pembicara pertama DR.Ir.Hj.Sutinah Made, M.Si menjelaskan tentang kondisi umat Islam saat ini yang mengalami kemunduran, ketertindasan, kebodohan,dsb khususnya di Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa Indonesia merupakan Negara yang sangat kaya, memiliki SDA yang melimpah ruah, maka sudah seharusnya kemakmuran yang terjadi di negeri ini, akan tetapi justru sebaliknya, kemiskinan melanda negeri ini. “Hal ini disebabkan karena sebagian besar SDA kita 90% dikuasai oleh asing, lihat saja PT.Freeport di Timika,Papua. Di Soroako,Sulsel ada PT.Inco yang sebagian besar dikuasi oleh asing, dan masih banyak lagi” Jelas DR.Ir.Hj.Sutinah Made. Beliaupun menambahkan bahwa negeri ini membutuhkan sebuah aturan yang lebih baik lagi, tidak cukup dengan pemimpin yang baik tapi juga sistem yang baik. “Dan solusi dari semua permasalahan ini tidak adalah khilafah” Tegas beliau.
Sementara itu Dra.Hj.Helmi Suwarni Rahman menjelaskan tentang menggaungnya syariah dan khilafah di Indonesia telah mengalami kemajuan, walaupun sebenarnya masih ada juga masyarakat yang belum mengetahui tentang apa itu khilafah, maka beliaupun sangat mengharapkan dan menghimbau kepada tokoh masyarakat sebagai simpul umat untuk sama-sama mensosialisasikan tentang khilafah, agar umat lebih memahami lagi tentang khilafah dan mau memperjuangkannya. Bahkan beliaupun sangat bangga kepada HTI yang tetap konsisten dengan perjuangannya dalam mendirikan kembali khilafah. “Saya bangga dengan teman-teman ananda yang ada di HTI, yang tetap konsisten dalam memperjuangkan khilafah, karena saya sangat kecewa dengan parpol Islam saat ini yang sudah tidak lagi serius memperjuangkan Islam, semoga HTI tetap istiqomah dalam perjuangannya” Ungkap beliau. Ibu Helmi pun menjelaskan pula perbaikan akhlak juga sangat penting dalam membangun sebuah masyarakat Islam yang lebih baik.
Sedangkan Saudiah,SE menjelaskan tentang apa itu khilafah, karena ternyata masih ada sebagian masyarakat juga yang belum begitu memahami tentang khilafah. “Khilafah adalah kepimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syariat Islam dan mengemban dakwah ke seluruh penjuru dunia” Jelas beliau. Saudiah pun menjelaskan tentang kekeliruan pendapat yang menyatakan bahwa khilafah merupakan sistem pemerintahan yang diktator, karena menganggap adanya sentralisasi kekuasan yang hanya terpusat pada khalifah. Padahal jelas sekali khilafah beda dengan sistem demokrasi saat ini. ”Walaupun kekuasaan berpusat pada khalifah bukan berarti bahwa khalifah dapat seenaknya mengambil keputusan karena bagaimana pun keputusan yang diambil oleh khalifah tidak boleh bertentangan dengan syara’ dan juga ada Majelis Umat yang mengoreksi khalifah dari sudut pandang Islam dan Mahkamah Madzalim yang akan mengadili khalifah jika khalifah melakukan pelanggaran”. Jelas Saudiah dengan panjang lebar. Beliau juga menjelaskan tentang dalil-dalil akan wajibnya penegakkan khilafah. Beliau menyerukan agar harta, pikiran, waktu maupun jiwa kaum muslim semata-mata untuk perjuangan menegakkan kembali agama Allah di muka bumi ini dalam bentuk institusi khilafah.
Sedangkan pembicara terakhir Ummu Mutiah,SE.Ak menjelaskan tentang bagaimana pengaturan khilafah terhadap masyarakat, misalnya masalah ekonomi yang disinggung oleh pembicara pertama. Dalam sistem khilafah, SDA kita tidak boleh dikuasai oleh asing. ”Karena sesungguhnya air, api dan padang rumput adalah milik kaum muslim, begitulah sabda Rasulullah dalam sebuah hadist. Jadi, tidak dibenarkan ketika kekayaan alam kaum muslim dikuasai oleh asing, maka di sinilah fungsi khilafah yang akan menjaga kekayaan alam kita” Jelas Ummu Mutiah. Beliau juga mengatakan bahwa dalam perjuangan menegakkan khilafah tidaklah cukup dengan menguatkan keimanan saja dengan alasan karena memang sudah janji Allah, akan tetapi kata beliau, harus dengan aksi real yakni terjun di tengah-tengah masyarakat untuk memahamkan mereka akan pentingnya perjuangan menegakkan khilafah. Ummu Mutiah juga menjelaskan tentang tahapan-tahapan menuju tegaknya khilafah. Terakhir beliau mengatakan bahwa umat Islam sangat membutuhkan khilafah, khilafahlah yang akan menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada di dalam tubuh umat Islam.
Diakhir acara moderator Reni Ibrahim menghimbau kepada peserta ForumKITA agar sama-sama memperjuangkan tegaknya khilafah dan mensosialiasikannya ke semua lapisan masyarakat, agar semua umat di dunia dapat merasakan kemuliaan Islam. Seperti pernyataan dari Michael Buriyev bahwa Khilafah merupakan satu dari lima Negara besar di masa depan. Maka kita harus menjadikan khilafah sebagai satu-satunya Negara besar di dunia. [Infokom MHTI Sulsel]
assalamualaikum…….
saya ingin menjalin ukhwah dengan muslimah di HTI. karena saya berminat menegakkan khilafah islamiyah karena menurut saya ini merupakan solusi untuk kehidupan kita semua. saya tinggal di Bireuen Aceh, apakah kita harus melengkapi syarat tertentu.
jazakumullah khairan