Intensifikasi Peperangan di Afghanistan Menewaskan dan Menahan Banyak Tentara Amerika, Inggris dan Kanada

Peperangan sengit di Afghanistan memasuki tahap baru setelah pemerintah Presiden Amerika, Obama mulai menjalankan rencana Amerika yang baru, yang fokus untuk menyelesaikan perang di Afghanistan, setelah Amerika gagal mewujudkan rencananya di Irak.

Dalam hal ini Amerika menerjunkan empat ribu tentara Amerika dari pasukan Marines. Mereka didukung oleh ribuan pasukan Inggris dan Denmark, di samping prajurit upahan Afghanistan. Mereka diterjunkan dalam pertempuran sengit melawan para mujahid dari gerakan Taliban Afghanistan di selatan provinsi Helmand, dalam sebuah operasi militer yang baru, yang mereka namakan dengan operasi “dagger/pisau belati”.

Sumber Taliban mengatakan bahwa pasukan AS telah mengalami kerugian yang besar. Sumber militer AS mengakui mengenai tewasnya dua orang prajurit di antara anggota pasukannya pada awal pertempuran yang pecah di akhir pekan lalu.

Sumber militer Inggris dalam kesempatan ini juga mengakui mengenai tewasnya dua orang anggota pasukannya, yang di antaranya adalah Letnan Kolonel Robert Thorneli. Ia seorang komandan batalyon dari seribu tentara Inggris. Bahkan Jenderal ini dinilai sebagai komandan militer Inggris tertinggi yang tewas dalam pertempuran luar negeri sejak Perang Falklands yang melibatkan Inggris melawan Argentina pada tahun 1982 M.

Sementara di Kandahar, seorang prajurit Kanada telah tewas dalam sebuah konvoi yang dipimpin oleh Jenderal senior Kanada, yang secara menakjubkan ia lolos dari kematian.

Di bagian lain, sumber AS mengakui bahwa ada salah satu prajuritnya di wilayah Bketeka sebelah Timur Afghanistan, yang ditahan bersama dengan tiga tentara bayaran Afghanistan. Mereka ditangkap dalam keadaan mabuk yang sedang berkeliling di luar pangkalan militernya. Mullah Sangin, salah satu dari pemimpin Taliban, di bawah kepemimpinan Jalaluddin Haqqani mengatakan bahwa kelompoknya telah menahan tentara Amerika dan beberapa orang Afghanistan yang bersamanya.

Pertempuran sengit yang sedang meletus di Afghanistan sekarang, khususnya di beberapa wilayah selatan dan timur, maka tidak diragukan bahwa itu merupakan pertempuran tersengit sejak awal agresi Amerika Serikat terhadap Afghanistan tahun 2001 M. Meskipun hasil peperangan ini dapat mengakibatkan adanya perubahan politik yang jelas di Afghanistan. Namun, dalam peperangan ini diramalkan bahwa Amerika tidak akan memperoleh hasil apapun seperti yang diinginkan. Itu dikarenakan politik menyerang dan mundur (attack and retreat/al-kar wal-far) yang ditempuh oleh para milisi Taliban. Apalagi dalam hal ini pasukan Taliban sangat berpengalaman melalui perang grilya selama delapan tahun yang lalu. (kantor berita HT, 6/7/2009)

2 comments

  1. linda susanti

    Terbukti!!! baru melawan taliban saja sudah kocar kacir apalagi umat islam seluruh dunia bersatu dibawah naungan daulah khilafah yang melawan???….Allahu akbar!!!

  2. dan dengan rahmat dan bantuan dari Allah yang maha kuasa… sudah pasti orang orang kafir akan hancur di tangan umat Muslim…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*