BANTUL- Ratusan anak di wilayah Kabupaten Bantul,Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menderita gizi buruk, kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Bantul, Siti Noor Zaenab di Bantul, Jumat (11/12). “Penderita gizi buruk di Bantul tersebut tercatat mencapai ratusan anak setiap bulan pada 2009. Pada Agustus tercatat ada 213 anak penderita gizi buruk dan meningkat menjadi 219 anak pada September. Sedangkan Oktober dan November tercatat 201 anak,”katanya
Menurut dia, penderita gizi buruk yang dirawat di rumah sakit di Bantul sebagian besar bukan pasien baru, namun pasien lama yang kambuh kembali, serta sebagian ada yang sembuh sementara. Berdasarkan data yang dihimpun dinkes melalui puskesmas di setiap kecamatan, dari jumlah penderita gizi buruk tersebut sebagian besar diantaranya berada di wilayah Kecamatan Pundong, Piyungan, Sedayu, dan Pleret.
Menurut dia, gizi buruk yang terjadi di Bantul rata-rata menyerang anak pada usia bawah lima tahun (balita) yaitu tiga hingga lima tahun. “Ada beberapa faktor penyebab gizi buruk seperti berat badan bayi saat lahir kurang dari 2,5 kilogram dan penyakit bawaan seperti flek, TBC, kelainan jantung, penyebab lainnya kesalahan pola asuh dan konsumsi yang tidak seimbang,” katanya.
Siti mengatakan, untuk menekan angka gizi buruk di Bantul, pihaknya akan menambah petugas penyuluh gizi di Puskesmas mulai 2010 mendatang dengan tujuan untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan dan gizi buruk di wilayah itu. “Dengan penambahan itu, diharapkan nantinya seorang petugas penyuluh bisa melayani dua desa dari sebelumnya setiap petugas melayani tiga desa,” katanya.
Meski demikian, kata dia pihaknya berharap hingga pada 2015 nanti seorang petugas penyuluh bisa melayani satu desa agar memaksimalkan penanganan gizi buruk. (mediaindonesia.com, 12/12/2009)
Hizbut Tahrir Indonesia Melanjutkan Kehidupan Islam

Innalillahi wa inna ilaihi roojiun. Turut berduka dan rihatin