Surat kabar Amerika, Wall Street Journal pada hari Kamis bahwa memberitakan bahwa Senator John Kerry, ketua Komite Hubungan Luar Negeri di Kongres AS, dan mantan calon presiden AS dari Partai Demokrat pada tahun 2004 berniat untuk melakukan kunjungan resmi ke Iran. Surat kabar menyatakan bahwa kunjungan ini telah disetujui oleh Gedung Putih .
Semua tahu bahwa John Kerry adalah seorang tokoh politik Amerika yang terkemuka dan didukung oleh pemerintah Obama untuk melaksanakan misi resmi dalam rangka koordinasi dengan Presiden AS sendiri dalam mengsukseskan agenda politik pemerintah.
Jika kunjungan ini berlangsung ke Iran, maka hal ini akan menjadi kunjungan tertinggi yang dilakukan oleh seorang tokoh pada tingkat ini sejak tahun 1986, ketika mantan seorang anggota Dewan Nasional AS, Kolonel Oliver North mengunjungi Teheran pada era mantan Presiden AS, Ronald Reagan untuk membuat kesepakatan dalam rangka membebaskan sandera Amerika dalam insiden kedutaan AS.
Sehingga salah seorang peneliti di Carnegie Endowment for International Peace mengomentari kunjungan ini dengan mengatakan: “Tampak sekali bahwa Amerika Serikat mendukung rezim diktator.”
Kunjungan ini mengungkap kebenaran dari rahasia hubungan AS-Iran, dan juga mengungkap kenyataan akan ketergantungan Iran kepada Amerika dalam hal politik luar negerinya. (al-aqsa.org, 31/12/2010)
Hizbut Tahrir Indonesia Melanjutkan Kehidupan Islam
