HTI Press. Keceriaan terlihat pada raut wajah anak-anak yang sedang bermain asyik dengan para relawan. Meski sudah lebih dari seminggu berada di pengungsian, seolah lupa bahwa mereka sedang ditimpa musibah. Mereka tetap bersemangat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia.
Suasana ceria bukan hanya terlihat di satu lokasi saja, bahkan dari LSM-LSM yang lain juga melakukan pendampingan melakukan hal yang sama, yaitu membuat anak-anak kembali ceria seperti tidak ada musibah yang menimpa mereka.
Sekolah Anak yang digagas oleh Hizbut Tahrir Indonesia memberikan prospek cerah bagi anak-anak. Secara aspek psikologi dampak ini meberikan sesuatu yang berbeda agar anak-anak bisa kembali pada masa-masa bahagianya. Di satu sisi ini kegiatan ini juga dikemas agar anak-anak mengenal Islam secara komprehensif.
Ibu-Ibu pun tak luput dari sasaran dakwah, pendekatan yang dilakukan melalui pendekatan aqidah, membangun tsiqoh dan uapaya mengenalkan syariah dan khilafah kepada para pengungsi.
Kegiatan anak-anak dilaksanakn setiap hari pada jam 09.00 dan 16.00 WIB. Kegiatan pada jam 09.00 adalah membangun keceriaan anak-anak dengan permainan, pembagian hadiah, menggambar dan mewarnai. Dan sore harinya pukul 16.00 untuk kegiatan TPA.[] Aga Ardiansyah
Hizbut Tahrir Indonesia Melanjutkan Kehidupan Islam

Inspiratif..