HTI Press. Jum’at, 5 November 2010 pukul 13.30 – 18.00 meski kota Banjarnegara diguyur hujan deras bercampur debu dari letusan gunung Merapi, namun tidak menyurutkan peserta dan panitia untuk hadir pada acara Dirosah Islamiyyah HTI Banjarnegara yang bertemakan “Mewujudkan Khairu Ummah Dengan Menegakkan Syariah dan Khilafah, Hentikan Penjajahan Dengan Tolak Obama”. Bahkan forum ini bisa dikatakan menjadi “titik awal” para ustadz dan kyai kampung se-Banjarnegara dalam dakwah ideologis yaitu menuju tegaknya Syariah dan Khilafah. Acara ini bertempat di RM. Saung Banjarnegara. Kurang lebih 50 tokoh dan ustadz hadir dalam acara tersebut.
Acara dibuka oleh MC Ust. Sukarno, dengan diiringi cuplikan film Penjajahan AS di dunia Islam dan Majlis Buhuts Islamiy Tolak Obama. Pemaparan materi disampaikan oleh ust. Amin RH (ketua DPD II HTI Pbg). Dalam paparan nya beliau menyampekan bahwa penegakkan syariah dan khilafah selain kewajiban kaum muslim juga adalah syarat untuk mencegah munculnya bencana, khususnya bencana kemanusiaan. Sebagai kewajiban ; karena ini konsekuensi iman kita kepada Allah SWT. Syariah dan khilafah tegak juga akan menjadi mu’alajat li masyakil al-insan (solusi persoalan manusia). Secara faktual kapitalisme sekuler yg diterapkan saat ini telah gagal membawa kesejahteraan dan mendatangkan maslahat. Karenanya hy syariah dan Khilafah yg akan membawa rahmat (mashlahat), baik bagi muslim maupun non muslim.
Sebagai syarat mencegah munculnya bencana kemanusiaan. Karena kalau kita cermati, bencana ada dua macam : bencana alam dan bencana kemanusiaan. Bencana alam murni karena faktor alam. Sedangkan bencana kemanusiaan seperti korupsi, kriminalitas meningkat, sex bebas, penjarahan aset rakyat oleh asing dsb karena faktor ulah (kemaksiatan) manusia sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur’an surat ar-Rum : 41. Dan perbuatan maksiat yang paling besar adalah tidak diterapkannya syariat islam dalam seluruh aspek kehidupan oleh negara. Itulah sebabnya bencana kemanusiaan tadi terus muncul di negeri ini.
Beliau juga menyampekan bahwa selain bencana kemanusiaan muncul akibat kemaksiatan manusia juga bisa disebabkan karena imperialisme/penjajahan yg dilakukan oleh AS dan sekutunya selama ini khususnya di dunia islam. Akibat dari penjajahan AS ini dalam bidang ekonomi, indonesia menjadi negara miskin, kekayaan alam negeri ini (minyak, gas, emas, perak, dan barang tambang lain) terus dirampok oleh perusahaan-perusahaan mereka seperti Freeport, Exxon Mobile, dll. Itulah ‘secuil’ bencana kemanusiaan yang telah diciptakan AS atas Dunia Islam, termasuk di negeri ini.
Karena itu, jika kemudian Pemerintah dalam waktu dekat akan menerima kedatangan Obama-Presiden AS sang penjajah-di Tanah Air, jelas Pemerintah seperti sedang “mengundang” bencana baru. Pasalnya, sebagai pemimpin negara penjajah, Presiden AS Obama tentu bakal makin mengokohkan penjajahan barunya atas negeri ini. Saat peserta ditanya oleh pemateri, “menurut para ustadz obama ini tamu baik atau jahat ? serempak jawaban para ustadz adalah “tamu jahat”.
Inilah mengapa Hizbut Tahrir tidak bosan-bosannya terus menyuarakan pentingnya Syariah dan Khilafah, karena dengan syariah dan Khilafah lah penjajahan AS atas Indonesia dapat disikat. Untuk itu karena perjuangan ini berat, Hizbut Tahrir mengajak para ulama, ustadz dan lainnya, baik di kota maupun di kampung untuk bekerjasama berdakwah dengan HTI menuju tegaknya syariah dan khilafah, pungkasnya.
Alhamdullilah…tepat pukul 17.00 acara ditutup dengan doa oleh ust. Basyirun tokoh masyarakat dan pengurus majlis taklim desa Kalimendong Banjarnegara serta foto bersama. (Humas HTI Banjarnegara)
Hizbut Tahrir Indonesia Melanjutkan Kehidupan Islam
