Para ulama terkemuka Afghanistan pada hari Jum’at (2/3) menegaskan bahwa permintaan maaf AS atas pembakaran al-Qur’an di sebuah pangkalan AS di negara itu, pada bulan lalu, “tidak akan pernah diterima” bahkan mereka menuntut hukuman mati bagi para pelakunya.
Anggota Dewan Tertinggi para ulama Afghanistan setelah pertemuan mereka dengan Presiden Hamid Karzai di kantornya, di ibukota, Kabul, mengatakan: “Kita harus mengadili mereka yang melakukan kejahatan ini dan menghukumnya.”
Sementara itu, Jan Kubis perwakilan khusus sekjen PBB untuk Afghanistan, pada konferensi pers di Kabul mengatakan: “Harus menghukum mereka yang bertanggungjawab atas pembakaran al-Qur’an. Namun hubungan antara masyarakat internasional dan rakyat Afghanistan akan tumbuh lebih kuat.”
Perlu dicatat bahwa Pemimpin Ikhwanul Muslimin di Yordania Syaikh Hammam Said mengutuk pembakaran al-Qur’an di pangkalan militer AS di Afghanistan, dan menuntut untuk menyerahkan para pelakunya ke Pengadilan Kejahatan Internasional agar mendapatkan hukuman yang setimpal.
Said mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situs Ikhwanul Muslimin: “Pendekatan yang dilakukan oleh AS ini mencerminkan tentaranya dan aparat keamanannya di Afghanistan dan di Teluk Guantanamo, yang menampilkan sebuah episode dari sekian banyak episode Perang Salib melawan kaum Muslim.”
Ia menyalahkan pemerintah AS berkaitan dengan tindakan buruk yang dilakukan oleh para tentaranya terhadap kaum Muslim dan kitab sucinya, serta pembunuhan atas mereka yang melakukan protes terhadap setiap pelanggaran yang berkali-kali dilakukan oleh para tentaranya.
Pemimpin Ikhwanul Muslimin di Yordania ini menambahkan: “Permintaan maaf dingin yang disampaikan oleh Presiden AS Barack Obama tidak dapat diterima, dan tidak sepadan dengan kejahatannya, kecuali menyerahkan para pelaku pembakaran kitab suci kaum Muslim itu ke Pengadilan Kriminal Internasional agar mendapatkan hukuman yang setimpal, atau menjatuhkan hukuman yang paling berat atas mereka di depan kaum Muslim.”
Ia juga menekankan tentang keharusan Amerika keluar segera dari Afghanistan, dan mengakhiri pendudukan di sana. Ia berkata: “Masa depan hubungan dengan mereka akan semakin memburuk jika mereka terus melakukan penghinaan terhadap al-Qur’an.” (islammemo.cc, 2/3/2012).
Hizbut Tahrir Indonesia Melanjutkan Kehidupan Islam
