Seorang pengamat AS menilai justru kaum Yahudi yang terlibat dalam aksi teror yang terjadi di Amerika Serikat.
Doktor Kevin Barrett, seorang pendiri Aliansi Muslim-Kristen-Yahudi di Madison Amerika Serikat, mengungkapkan, kaum Yahudi yang kebanyakan melancarkan serangan teror di Amerika Serikat. Sedangkan umat Islam dinilainya bukan ancaman teror.
Sebelumnya, dia juga mengecam tindakan polisi New York, AS, yang memata-matai warga Muslim. Dia menganggap itu merupakan tindakan yang melanggar kebebasan beragam.
Aksi Gedung Putih mengeluarkan dana untuk program pengintaian terhadap para pengikut mazhab dan agama tertentu itu tidak dapat ditolerir. Dikatakannya bahwa masalah ini termasuk pelanggaran kebebasan beragama di Amerika Serikat.”
Berdasarkan laporan terbaru Associated Press, Gedung Putih mengucurkan jutaan dolar kepada polisi New York untuk mengawasi dan mengintai warga Muslim.
Sejak insiden 11 September 2001, polisi New York per tahun menerima dana 135 juta dolar dari pemerintah Amerika Serikat dalam mengintai warga Muslim Amerika. Akan tetapi menariknya, mereka menyebutkan, dana tersebut dikucurkan dengan status pemberantasan narkoba. (republika.co.id, 3/3/2012)
Hizbut Tahrir Indonesia Melanjutkan Kehidupan Islam

baru tau toh, AS tu bkn ingin memerangi islam, mrk hny ingin menjarah kekayaan alam yg dimiliki oleh umat islam (alam yg kaya tambang, sumber gas alam, kesuburan dll sebagian besar dihuni oleh penduduk muslim). oleh krn itu tlg dipertimbangkan lagi pola perjuangan HT (khususnya di indon) agar menghasilkan pemimpin2 formal utk bisa memberi contoh sbg pemimpin yg amanah dan tlg situs ini mempermudah org yg akan men-download buku2 HT seperti nidzam islam, sistem ekonomi islam sebab buku2 sy yg dulu sy beli dari teman2 HT dipinjam orang dan ga kembali, sdgkan sy sekarang sdh tdk se kota dg teman HT sy itu.