Muballighoh DKI Tuntut Pengurusan Umat Dengan Khilafah !

HTI Press. Ruangan yang berkapasitas 100 orang di kantor DPP MHTI, Crown Palace, Jakarta Selatan, penuh dengan muballighoh yang datang dari berbagai wilayah di Jakarta. Mereka menuntut pengurusan umat dengan Khilafah. Tuntutan tersebut diungkapkan dalam acara Majelis Mudzakaroh Muballighoot (M3) ke – 4 yang diselenggarakan oleh DPD I DKI Jakarta, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, Sabtu 28 April 2012. Acara yang bertajuk “Muballighoh Tuntut Pengurusan Umat dengan Khilafah” tersebut berlangsung penuh semangat dan antusiasme peserta.

Acara dibuka oleh MC, ustadzah Ummu Nisa, pada pukul 08.30 dan dilanjutkan sambutan dari perwakilan Lajnah Khoshoh lil Muballighoh, ustadzah Rohimah. Beliau mengungkapkan ada dua alasan mengapa dibahas tema ini. Pertama, karena fakta kondisi umat semakin kacau dan terdzalimi. Kedua, kita merasakan  bahwa aturan dan model penerapan aturan saat ini tidak menyelesaikan masalah malah semakin menambah kacau. “Kenapa Khilafah? Karena sudah pernah dibuktikan dan dicontohkan oleh Rasulullah Saw”, jelas beliau.

Suasana menjadi terharu tatkala para muballighoh diajak oleh moderator, ustadzah Ita Rosita, untuk menyaksikan tayangan tentang fakta-fakta perempuan di Indonesia yang tertindas. “Bagaimana perasaan ibu-ibu setelah menyaksikan tayangan tadi?”, tanya moderator. “Prihatin!”, jawab peserta M3 kompak. Keprihatinan tersebut semakin menjadi-jadi dan berubah menjadi tuntutan setelah para muballighoh mengikuti pemaparan materi yang disampaikan oleh ustadzah Ir. Hj. Ishmah Cholil dari DPP MHTI.

Ustadzah Ishmah Cholil menunjukkan bukti-bukti bahwa biang kerok dari kesengsaraan dan ketertindasan perempuan adalah Sistem Demokrasi Kapitalis. “KAPITALISME = VAMPIRE!”, seru beliau. Kapitalisme penghisab darah rakyat! Pendidikan, Kesehatan, Keamanan, SDA, Politik, Layanan Publik, hiburan, semua telah dikapitalisasi! Rakyat menjadi terdzalimi, hancur dan fasad!, tegas beliau. Kita harus tuntut perubahan, perubahan harus total dan harus dengan Islam!, tambah beliau, yang juga diamini oleh peserta.

Terlihat, energi semangat pembicara menjalar cepat ke peserta. Kegeraman terhadap sistem yang ada saat ini dan keinginan serta tuntutan segera ditegakkannya Syari’ah – Khilafah Nampak jelas di wajah peserta. Ini terbukti dari pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan dalam sesi diskusi. Seperti yang disampaikan oleh ustadzah Riadi Nurjannah, muballighoh dari KUA Jagakarsa, beliau menyampaikan rasa senang dan semangatnya berada didalam acara tersebut. Dan beliau bertanya, “Kemanakah mencari Umar?”. Bukti bahwa beliau juga merindukan seorang Khalifah yang akan menerapkan Syari’ah Islam. Dan demikian juga seluruh Muballighoh di dalam ruangan tersebut, rindu dan menuntut pengurusan umat dengan Khilafah. Allahu Akbar![]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*