MHTI Kobar Latih “Remaja Islam Taat Syariat”
HTI Press. Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah dalam memanfaatkan momen Hari Anak Nasional (23 Juli 2012) bertepatan dengan memasuki bulan Ramadhan 1433 H mengadakan semi training khusus untuk remaja muslimah se-tingkat SMA/MA di Kabupaten Kotawaringin Barat dalam Pesantren Ramadhan 1433 H meng-Udara karena bekerja sama dengan beberapa radio yang ada di Kab. Kotawaringin Barat yang sekaligus meliput acara tersebut. Tema acara: “GENERASI SUKSES MULIA DENGAN SYARI’AH” yang diadakan pada dua tempat dan waktu yang berbeda.
Jum’at, 27 Juli 2012 pada pukul 12.15-17.00 WIB diadakan di Gedung Radio Al-Fata 104.3 FM Kumai, Kab. Kobar yang sekaligus bekerjasama dengan Radio Al-Fata 104.3 FM dihadiri 35 peserta yang merupakan utusan dari SMA 1 Kumai, Remaja Masjid Baiturrahman Kumai Hilir dan Remaja Masjid Darul Wustho’ Kumai Hulu yang live disiarkan melalui Radio Al-Fata 104.3 FM. Yel-yel Remaja SMART pun diperkenalkan oleh pembawa acara Ukhti Apriani yang disambut dengan semangat para peserta: REMAJA KUMAI; STOP PERGAULAN BEBAS, REMAJA KUMAI; BERTAKWA DAN CERDAS, REMAJA KUMAI; PEJUANG ISLAM YANG TANGKAS. Antusiasme peserta begitu terlihat saat Aksi Teatrikal Remaja Smart yang begitu menjiwai dibawakan oleh belasan Remaja Masjid Baiturrahman Kumai Hilir yang menggambarkan bagaimana potret buram dunia remaja dalam sistem saat ini yang bukan sistem Islam.
Materi training yang dibawakan oleh Ustadzah Kahfi Wahdah, S.T dari Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kotawaringin Barat yang memaparkan bagaimana sesungguhnya peran serta remaja dalam membangun sebuah negara yang maju dan terdepan dengan taat pada syari’at Islam. Alhamdulillah, dari quisioner hampir 30 peserta berkomitmen untuk terus memperjuangkan Islam dengan mengikuti kajian ke-Islaman bersama dengan MHTI Kobar.
Ahad, 29 Juli 2012 pada pukul 07.00-12.30 WIB diadakan di Masjid Al-Kautsar, Kelurahan Mendawai, Pangkalan Bun dan live report with Radio Primadona 100 FM Pangkalan Bun yang dihadiri ± 100 peserta dari utusan SMA 1 Pangkalan Bun, SMA 3 Pangkalan Bun, SMK 1 Pangkalan Bun, SMK 2 Pangkalan Bun, MAN 1 Pangkalan Bun, dan MA Termili Pangkalan Bun. “Remaja Kobar”, pekik sang pembawa acara Ukhti Apriani, serentak dijawab oleh para peserta “Jauhi Maksiat”. “Remaja Kobar,” kata pembawa acara untuk kedua kalinya, peserta membalas dengan seruan “Bertakwa dan Cerdas”. Untuk kali terakhir, pembawa acara meneriakkan “Remaja Kobar!” yang dijawab lantang “Pejuang Islam yang Tangkas.” Dihadapan peserta, Megawati Apriani dari MHTI DPD II Kobar yang sekaligus sebagai pentrainer mengungkapkan bahwa negara maju bukanlah diukur dari panjangnya umur negara tersebut. Bukan pula tergantung dari sumber daya alam (SDA) yang tersedia.
“Buktinya, negeri ini meski sudah lama berdiri dan kaya dengan SDA tidak juga maju dan harus puas sebagai negara berkembang. Sebab, yang menjadi faktor kunci maju tidaknya sebuah bangsa atau peradaban adalah tergantung dari ada tidaknya prinsip-prinsip kehidupan yang ditaati dan dipegang teguh oleh bangsa tersebut. Bagi umat Islam, prinsip itu adalah Syari’at Islam yang dalam kenyatannya sering diabaikan oleh generasi Islam. Jadi, kalau remaja Indonesia dan khususnya remaja Kotawaringin Barat ingin menjadi remaja yang maju dan mandiri, kuncinya adalah taat syari’at Islam dalam seluruh aspek kehidupan”.[]

