Hizbut Tahrir Menyelenggarakan Seminar Tokoh Perempuan Terkait Eksploitasi Ekonomi Perempuan Indonesia dan seluruh Dunia Islam
Central
Media Office
PRESS RELEASE
Hizbut Tahrir Menyelenggarakan Seminar Tokoh Perempuan Terkait Eksploitasi Ekonomi Perempuan Indonesia dan seluruh Dunia Islam
Central Media Office of Hizb ut-Tahrir bersama dengan Hizb ut-Tahrir Indonesia menyelenggarakan seminar penting hari ini, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh perempuan dari berbagai kota di Indonesia untuk membahas kondisi eksploitasi ekonomi yang menyedihkan dan dehumanisasi massal jutaan perempuan di Indonesia dan seluruh dunia Muslim. Ini adalah bagian dari rangkaian kampanye yang diluncurkan Central Media Office Hizbut Tahrir dengan puncak kegiatannya berupa KONFERENSI PEREMPUAN INTERNASIONAL di Indonesia yang mengangkat tema serupa pada bulan Desember 2012.
Dalam seminar dan kampanye ini, kami menyampaikan poin-poin berikut :
(1) Mewabahnya korupsi, salah kelola ekonomi, dan perundangan eksploitatif yang dihasilkan oleh gagalnya kepemimpinan di berbagai negeri Muslim sebagaimana sistem rusak Kapitalisme yang diterapkan oleh Indonesia dan negara Muslim lainnya di kawasan Asia, sungguh telah membuat semakin luasnya derita kemiskinan di negeri-negeri Muslim. Inilah yang memaksa jutaan perempuan di Indonesia, Bangladesh, Pakistan dan seluruh kawasan dunia Islam lainnya harus meninggalkan rumah dan anak-anak mereka demi mendapat pekerjaan, dan bekerja layaknya budak untuk menyambung hidup menafkahi keluarganya. Kalangan perempuan ini adalah korban dari dua pihak sekaligus yakni mandulnya pemerintahan yang gagal mensejahterakan mereka dan sistem kapitalis beracun yang hanya berpihak pada segelintir orang kaya dan membiarkan rakyat banyak dalam kondisi lapar diliputi oleh kemiskinan. Sistem sekuler kapitalis ini bersama dengan sistem buatan manusia lainnya, dan juga para pemimpin negeri-negeri Muslim telah gagal memuliakan perempuan di kawasan ini, dan mereka harus diganti oleh sebuah model baru pemerintahan alternatif.
(2) Pemerintahan negeri-negeri Muslim termasuk Indonesia seringkali membanggakan pendapatan jutaan dolar yang berasal dari buruh migran perempuannya, dan mengklaim bahwa ini akan berkontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi di negerinya, meskipun pada faktanya pendapatan jutaan dolar ini dinodai dan dilahirkan dari perbudakan ekonomi dan kekerasan terhadap kaum perempuannya. Hal ini adalah cermin bagaimana watak asli Kapitalisme yang memandang segala sesuatu hanya sebagai masalah permintaan dan penawaran, dan bagaimana memperoleh keuntungan sebagai tujuan utama masyarakat, hingga mendehumanisasi perempuan dan laki-laki menjadi sekedar komoditi ekonomi yang membawa keuntungan bagi negaranya, tanpa peduli dampak berbahaya yang mungkin menimpa individu ataupun masyarakatnya, karena ini adalah sistem dimana pendapatan negara lebih penting dibanding sekedar penderitaan manusia.
(3) Kondisi menyedihkan akibat beban kesejahteraan dan eksploitasi ini tidak boleh berlanjut terhadap kaum perempuan di kawasan ini. Sedikit perbaikan dalam undang-undang buruh migran adalah upaya tidak berarti yang tidak akan berdampak banyak dalam mengurangi kondisi mengerikan akibat penindasan ekonomi ini. Setiap perempuan seharusnya dipandang dan diperlakukan layaknya manusia, yang senantiasa dilindungi, dijaga, dan dilayani; BUKAN dipandang hanya sebagai objek untuk menghasilkan kekayaan. Namun demikian ini hanya akan bisa diwujudkan dibawah sistem kehidupan yang berpegang pada pandangan yang benar terhadap perempuan dan benar-benar peduli dengan kesejahteraannya. Sistem ini adalah negara Khilafah yang akan mengimplementasikan SELURUH prinsip-prinsip dan hukum Islam pada masyarakat. Islam memandang perempuan sebagai manusia seutuhnya yang harus dijamin kebutuhan finansialnya oleh kerabat laki-lakinya dan juga oleh negara, sementara pada saat yang sama tetap mengijinkannya untuk mencari pekerjaan jika diinginkan. Akan tetapi Islam TIDAK bisa menerima jika perempuan harus bekerja dalam kondisi yang memperbudak, mempermalukan dan menindasnya dan bukan di sebuah lingkungan yang aman dan bermartabat, dimana kehormatannya di dalam masyarakat selalu terjaga. Hanya sistem Khilafah Islam sajalah yang menawarkan kebijakan ekonomi sehat yang telah teruji oleh waktu mampu mengangkat kaum perempuan di dunia Muslim dari derita kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan, menghapus penderitaan mereka dan membawa perubahan riil bagi kehidupan kaum perempuan.
Kami menyeru perempuan Indonesia dan dunia Islam lainnya untuk bergabung dalam kewajiban Islam yang mulia ini dalam menegakkan Khilafah, yang akan melakukan perubahan pada kaum perempuan di kawasan ini dari sekedar menjadi komoditas ekonomi menuju manusia seutuhnya yang dihargai, dilindungi dan dimuliakan, karena di dalam Islam perempuan akan menerima semua ini tanpa berkurang sedikitpun.
Dr. Nazreen Nawaz
Central Media Representative, Hizb-ut Tahrir