Jubir: Bagian dari Publik, Masak Acara Hizbut Tahrir Tak Boleh Disiarkan TVRI

Televisi Republik Indonesia (TVRI) merupakan lembaga penyiaran publik milik negara. Artinya, saluran televisi tersebut milik rakyat, bukan milik pemerintah.

Demikian disampaikan Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 6/6) menanggapi protes Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atas siaran tunda Muktamar HTI yang disiarkan TVRI pagi tadi.

“Kan itu (TVRI) penyiaran publik. Kita ini kan termasuk publik. Jadi Saya mendukung TVRI untuk tidak ragu menyiarkan ulang. Karena ini bagian dari hak publik untuk disiarkan dan diperdengarkan. Bahwa nanti nanti ada yang tidak setuju, itu monggo saja. Namanya perbedaan ekspresi,” jelasnya.

Karena itu menurut Ismail Yusanto, tidak pada tempatnya KPI mempersoalkan keputusan TVRI menyiarkan tunda acara Muktamar HTI tersebut.

“Namanya saja penyiaran publik. Ini ada publik yang punya acara masak nggak boleh disiarkan. Dagelan yang nggak bermutu dan porno-porno kadang disiarkan kok. Masak yang baik-baik gini nggak boleh,” ungkap Ismail Yusanto. (rmol.co, 6/6/2013)

13 comments

  1. bener-bener aneh kalau gunakan sudut pandang demokrasi, yg bner di salahkan dan salah di benerkan, katanya media itu kudu independent tp ketika ada acara aspirasi dr ummat islam kok seolah olah media2 malah nge-hide semua. aya-aya wae….

  2. perlu dilihat dulu latar belakang orang ini (yg mempermasalahkan disiarkannya siaran tunda Muktamar Khilafah) dari golongan mana dia, apakah dari golongan Islam kaffah ato Islam marginal.
    Yang perlu dijadikan catatan kita, komentar ini ada sebab acara Muktamar Khilafah nya sukses….

  3. fitri sofianti

    kami mendukung TVRI menayangkan acara keislaman seperti Muktamar Khilafah – HTI, karena sangat mengispirasi rakyat indonesia agar hidupnya sesuai dengan agama islam, dan meninggalkan kehidupan yang kapitalistik

  4. Namanya juga tidak bermanfaat bagi para kapitalis,. Ya begitulah di protes,.

  5. standarisasi demokrasi yg membingungkan. jangan-jangan kebebasan yg sesuai syahwat itu yg diperbolehkan KPI. Aneh,aneh,aneh…..

  6. Selama ini termasuk yang dilakukan HTI adalah mengungkap keburukan penguasa seperti berbagai kejahatan yang dilakukannya, keberpihakan pada konglomerat dan asing yang dijalankannya, sikap abainya terhadap masyarakat, bahaya tindakan politik yang diambilnya baik terhadap Islam, umat, maupun kesatuan negeri Muslim, dan sebagainya. Setiap gerak-gerik penguasa, baik menyangkut kebijakan politik maupun kebijakan yang berkaitan dengan kemaslahatan publik, perlu ditelaah. Dengan penelaahan secara jeli, hakikat tindakan politik maupun kebijakannya akan diketahui. Lalu, tinjau hal tersebut melalui kacamata Islam. Jika terdapat pertentangan dengan Islam maka hal tersebut disampaikan kepada masyarakat maupun penguasa. Caranya dengan melakukan perjuangan politik , baik membongkar hakikat rencana kebijakan dan strateginya maupun menunjukkan mana yang semestinya dilakukan demi kemaslahatan umat. Nah Mukatamar Khilafah inilah AKSI NYATA HTI menjelaskan kebobrokan sistem yang diadopsi negeri ini. Ini dilakukan HTI untuk menjadikan Indonesia LEBIH BAIK DENGAN SYARIAH….

  7. ini menandakan bahwa acara yang dilaksanakn oleh HTI begitu luarbiasanya dan musuh-musuh Islam sangat takut jika Khilafah benar-benar tegak… padahal jika mereka tau bahwa Khilafah itu pasti akan tegak..apapun makar yang mereka buat tidak akan pernah bisa membendung perjuangan menegakkan khilafah…insya Allah

  8. Paradoks demokrasi ya begini ….

  9. Apa yang salah jika TV menyiarkan berita atau menyiarkan ulang suatu kejadian? JIka argumentasinya, nanti ada yang tidak setuju, itu urusan masing-masing individu untuk setuju atau tidak. Justeru disana muncul pertanyaan, KPI itu mewakili siapa? Mengapa KPI tidak menegur MetroTV yang menyiarkan orasi-orasi Surya Paloh?

  10. Salam, dulu ada stasiun tv yang menyiarkan langsung pelantikan obama, miss universe, natalan di vatikan, pernikahan pangeran inggris, dll. yang ndak ada kepentingannya dengan negeri ini, bahkan eksistensi negara itu sangat merugikan bangsa ini, kok tidak diprotes oleh KPI. Giliran Islam kok malah diprotes. Ingatlah wahai kaum Muslimin, kita bisa berislam ini juga karena ada para da’i yang dikirim khalifah untuk berdakwah disini. Maka tidak pada tempatnya jika kaum muslimin di negeri ini menghambat perjuangan menegakkan kembali khilafah yang telah berjasa di negeri ini. Wallohualam. Semoga Alloh Alloh menolong kaum Muslimin dengan tegaknya Syariah dan Khilafah. Allohuakbar.

  11. Quote : “Dagelan yang nggak bermutu dan porno-porno kadang disiarkan kok. Masak yang baik-baik gini nggak boleh” Tepat sekali ! Pakai akal dengan bijak lah. Byk tayangan kebanci2an, laki2 pake dress, rok, (bikin malu aja!) demi mengejar gaji profesi, dibiarkan bebas mengisi memori visual anak-anak negeri ! Miris !

  12. MUKTAMAR KHILAFAH…………………..KERREEEENNNN!!!!!!!!!!!……..ALLAHUAKBAR!!!

  13. racma ti jogja

    kan yang kami sebarkan sesuatu yang memang benar n jelas! so… ga usah takut dong!! hrusnya TV chanel lainya iri… n berebutan untuk menyiarkan HaRUSNYA???!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*