“Kembali ke Fitrah, Kembali ke Syariah dan Khilafah”
HTI Press. Dalam rangka silaturahmi pada suasana syawal 1434 H, MHTI Wilayah Balaraja menyelenggarakan Liqo Syawal pada hari Ahad, 1 September 2013. Acara yang dilaksanakan di Masjid Al Jihad Kecamatan Balaraja ini dihadiri kurang lebih 200 muslimah dari berbagai kalangan. Mulai dari tokoh umat, pendidik, muballighoh,remaja hingga jama’ah majelis ta’lim yang tersebar di kecamatan Balaraja dan sekitarnya.
Acara ini mengambil tema “Kembali ke Fitrah, Kembali ke Syariah dan Khilafah” dengan menghadirkan pembicara Ustdz. Fathia E. Wiryadinata (Ketua DPD I MHTI Serang). Beliau menyampaikan bahwa masyarakat banyak yang belum mengetahui makna kembali ke fitrah (iedul fitri) secara hakiki, sehingga puasa ramadhan yang dilaksanakan 1 bulan penuh tidak memberikan pengaruh yang nyata ditengah-tengah masyarakat, banyak kemaksiatan yang kembali dilakukan pasca Ramadhan. Beliau menyatakan bahwa makna kembali ke fitrah sejatinya adalah menetapi karakteristik penciptaan manusia dan potensi insaniah untuk selalu siap menerima kebenaran. Kebenaran itu tidak lain adalah Islam. Jadi makna kembali ke fitrah adalah kembali kepada syariah Allah SWT secara keseluruhan. Namun sejatinya syariah Islam tidak dapat diterapkan secara keseluruhan tanpa adanya Institusi Daulah Khilafah Islamiyah. Maka menegakkan Daulah Khilafah Islamiyah adalah wajib sebagai konsekuensi dari keimanan kita kepada Allah SWT. Di akhir materi beliau menyimpulkan upaya penegakan syariah dan Khilafah haruslah diperjuangkan agar kita kembali pada fitrah kita.
Pada sesi diskusi ada salah seorang peserta yang bertanya mempertegas materi yang disampaiakan, yaitu bagaimana cara mempertahankan fitrah agar kita tidak kembali kepada kemaksiatan pasca ramadhan. Pembicara menjelaskan caranya adalah pertama, menjaga dan meningkatkan kuantitas dan kualitas taqarrub kepada Allah, menjauhi perkara syubhat dan memperbanyak amal kebaikan. Kedua, turut serta berperan aktif dalam upaya perjuangan penegakan daulah khilafah Islamiyah karena ketaqwaan individu dan masyarakat tidak mungkin tercapai tanpa adanya institusi yang menjaga ketaqwaan tersebut, yaitu Daulah Khilafah Islamiyah yang akan menerapkan syariah Islam secara kaffah. Acara diakhiri pada pukul 11.30 yang ditutup dengan pembacaan do’a dan bersalam-salaman.


