Liqo Syawal Pelajar Muslimah Bandung: Teatrikal Kolosal, Songsong Fajar Kemenangan Hakiki

HTI Press. Ahad, 1 September 2013 di pagi yang cerah, 200 pelajar muslimah Bandung berbondong-bondong memasuki Aula SMA Darul Hikam untuk mengikuti acara Liqo Syawal 1434 H, Teatrikal Kolosal Pelajar Muslimah, Songsong Kemenangan Hakiki. Pelajar muslimah ini nampak bersemangat dan berdatangan dengan rombongan sekolahnya. Acara ini diselenggarakan oleh Muslimah DPD I HTI Jawa Barat sebagai sarana silah ukhuwah pelajar muslimah Bandung Raya memanfaatkan moment Syawal. Selain itu membangun kepedulian remaja terhadap kondisi sesama. Sistem Kapitalisme telah mengikis kepedulian remaja, sehingga sebagian remaja Bandung hanyut dalam arus hedonisme dan liberalisme, menjadi pemuja ide-ide rusak dan tidak lagi menjadikan islam sebagai sudut pandang dalam melakukan perbuatan.

Acara ini dimulai pukul 08.30 dan dibuka oleh pembacaan ayat suci Al Quran oleh Azkia, siswi kelas VII SMP IT Fitrah Insani. Kemudian diputar video sambutan Ketua Muslimah DPD I HTI Jawa Barat, Ustadzah Siti Nafidah Al Anshory. Suasana pun hening dan mulailah narator remaja Eka Indah siswi SMK Farmasi masuk ke atas panggung dan menarasikan kerinduannya dan kekagumannya pada aturan Islam. Indahnya hidup dalam naungan islam digambarkan oleh tayangan film sehingga pelajar yg hadir bisa lebih tergambar betapa indahnya hidup dalam naungan Islam. Namun kondisi saat ini berbeda jauh dengan dulu ketika Islam diterapkan. Saat Ramadhan kemarin masih banyak umat Islam yg tidak bisa menjalankan ibadah shaum atau tidak bebas menutup aurat. Fakta ini lebih jelas tergambar ketika datang 2 orang remaja yang memerankan muslimah Perancis yang dikejar-kejar petugas keamanan dan ditarik kerudungnya.

Fakta lain lebih diperkuat ketika digambarkan 2 remaja lain yang memerankan muslimah Uighur yang dipaksa makan oleh petugas negara padahal mereka sedang berpuasa. Peserta yang hadir mulai terhanyut dan bisa merasakan begitu menderitanya muslim itu. Suasana semakin menjadi ketika 2 remaja memerankan muslimah Suriah, 1 memerankan sebagai seorang Ibu yang dibunuh anaknya karena mempertahankan aqidah mereka dan tidak mau bersujud kepada tentara Assad. Tapi suasana berubah ketika adegan lain menggambarkan muslim Indonesia yang digambarkan begitu asyik gaya hidupnya yang hedonisme dan sibuk mempersiapkan kedatangan Miss World. Teatrikal ini dilengkapi dengan pembacaan puisi dan nasyid dari remaja SMARt sebagai ungkapan hati mereka terhadap kondisi umat.

Setelah adegan menggambarkan fakta keterpurukan umat Islam, dilanjutkan orasi oleh Nur Qudsi Walida, siswi SMA Alfa Centauri yang mengajak remaja untuk meninggalkan Kapitalisme dan kerusakan ide Kapitalisme termasuk agenda Miss World. Di akhir, Teh Rina, koordinator LKS Bandung Raya menyeru kepada remaja yang hadir agar kembali kepada Islam dan mengajak remaja mengkaji Islam intensif, menjadi remaja peduli umat dengan turut memperjuangkan Islam. Semakin banyak yang berjuang maka semakin cepat umat terlepas dari keterpurukan. Di akhir acara sebagai bentuk aksi real mereka, peserta yang hadir membubuhkan tandatangan mereka untuk menolak pelaksanaan Miss World yang merupakan ajang eksploitasi perempuan. Semoga semangat pelajar yang hadir bisa terjaga dan tertular pada remaja lain. Allahu Akbar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*