Hasil KTT APEC 2013 Mengokohkan Eksploitasi Perempuan

PERNYATAAN MUSLIMAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA

“Hasil KTT APEC 2013 Mengokohkan Eksploitasi Perempuan“

Satu dari tujuh kesepakatan yang dicapai pada  KTT APEC 2013 adalah peningkatan keterlibatan perempuan dalam pembangunan ekonomi.  Para pemimpin negara APEC telah sepakat mengadopsi rekomendasi  Women’ s Economic Forum 2013 yang mengajukan peran strategis perempuan sebagai pengendali ekonomi keluarga dan bangsa (women as economic drivers). Sekilas nampak sebagai  sebuah kesempatan potensial bagi perempuan untuk berperan besar mengentaskan kemiskinan keluarga dan bangsanya. Perempuan pelaku bisnis rumahan  yang disebut  Bank Dunia tahun 2010  sekitar 6 juta orang di wilayah Asia Timur dan  di Indonesia  mencapai jumlah 60% dari seluruh bisnis UMKM akan diberi berbagai kemudahan untuk mendapatkan akses dunia usaha, perizinan, permodalan, sarana peningkatan kapasitas dan mobilitas.

Bila utuh memahami tujuan utama keberadaan APEC sebagai  motor penggerak rezim pasar bebas, maka akan disadari  bahwa  forum APEC dan semisalnya tidak akan pernah mengentaskan kemiskinan negeri-negeri dunia ke 3. Sebaliknya justru akan memperluas pintu penjajahan ekonomi dan politik negara-negara Barat kapitalis. Sementara itu, berbagai strategi yang ditempuh diantaranya dengan peningkatan keterlibatan perempuan melalui jargon pemberdayaan ekonomi, tidak lain adalah eksploitasi dan penjajahan model baru.

Mengajak masyarakat memahami hakikat forum tersebut dan dampaknya bagi kaum perempuan, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

  1. Ratusan ribu keluarga Indonesia telah merasakan dampak buruk APEC setelah ribuan industri dalam negeri gulung tikar akibat  laju perdagangan bebas .  Kondisi ini semestinya menjadi penegas bahwa APEC bukanlah kerjasama mengatasi kemiskinan tapi malah menghancurkan ekonomi keluarga dan bangsa
  2. Jutaan perempuan Indonesia telah terjun ke dunia kerja dalam kondisi rawan eksploitasi dan pelecehan akibat kemiskinan yang mendera. Mendorong kaum perempuan semakin banyak terlibat di dunia kerja sesungguhnya hanya akan memperbesar jumlah perempuan yang dieksploitasi dan mengalihkan kesadaran umat akan pangkal persoalan kemiskinan yakni diterapkannya sistem ekonomi kapitalisme.
  3. Menetapkan perempuan sebagai pengendali ekonomi keluarga dan bangsa sebagaimana disepakati pada KTT APEC 2013 hanya akan mendorong munculnya berbagai persoalan baru pada bangsa ini. Memberi penghargaan kepada kaum perempuan berdasarkan kontribusi materi yang disumbangkannya bagi keluarga dan bangsa sama saja dengan mengarahkan mereka untuk mengabaikan fitrah nya sebagai manajer rumah tangga dan pendidik generasi. Berikutnya akan semakin banyak muncul persoalan kehancuran keluarga dan berujung pada kehancuran masa depan generasi.

Hendaknya semua komponen umat menyadari dan bersungguh-sungguh berjuang untuk menuntaskan problem kemiskinan dengan menghapus sistem kapitalisme yang menjadi sumber masalah dan menggantinya dengan sistem Islam dan Khilafah Islamiyah yang mampu mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bagi semua.

Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia

Iffah Ainur Rochmah

HP: +628111131924

Email: iffahrochmah@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*