MHTI Cilacap Menyeru Majelis Ta’lim lebih Berperan dalam Kebangkitan Umat
HTI Press. Cilacap. Ahad, tanggal 27 Oktober dan 3 Nopember di 4 tempat yang berbeda diadakan Silaturahim Majelis Ta’lim, yang dihadiri oleh ketua Majelis Ta’lim, pengurus dan penggerak Majelis Ta’lim di Cilacap. Di Masjid Al Manar 5, dihadiri perwakilan dari 9 Majelis Ta’lim dari kota Cilacap. Di Masjid Ni’matul Ittihad kecamatan Majenang dihadiri sekitar 30-an peserta, Masjid Darussalam kecamatan Cimanggu, sekitar 25 peserta dan di Masjid Al Munawaroh kecamatan Karang Pucung, sekitar belasan peserta dari Majelis Ta’lim yang ada.
Acara Silaturahim MT ini mengangkat tema “Meningkatkan Peran Majelis Ta’lim dalam Kebangkitan Umat”. Hal yang mendasari dilaksanakannya acara tersebut adalah karena di masyarakat banyak sekali Majelis Ta’lim yang diadakan, akan tetapi tidak sejalan dengan penyelesaian permasalahan yang dihadapi masyarakat. Masalah sosial, ekonomi, keluarga dan sebagainya tetap masih dirasakan masyarakat sekalipun mereka rutin menghadiri Majelis Ta’lim. Di sisi lain pengelolaan Majelis Ta’lim juga menjadi fokus bahasan dalam acara tersebut. Banyak Majelis Ta’lim yang hanya dijadikan agenda rutin tanpa ada target yang jelas di masyarakat, bahkan belum memiliki target untuk kebangkitan Islam.
Acara ini mendapat respon yang sangat positif dari kalangan ketua, pengurus dan penggerak MT karena dinilai membantu mengurai permasalahan yang selama ini juga masih jadi pemikiran pengurus majelis Ta’lim. Bahkan sharing pengelolaan juga terbahas dalam acara tersebut. Para ketua dan pengurus MT sepakat untuk lebih memaksimalkan dalam pengelolaan dan sepakat untuk senantiasa membahas kajian tentang syariat Islam agar problem masyarakat juga terurai dan MT semakin berperan dalam kebangkitan umat Islam.
Pembicara silaturahim MT di kota Cilacap Ummu Syahidah mengatakan bahwa meskipun banyak Majelis Ta’lim akan tetapi banyak pula Majelis Ta’lim yang hanya mencukupkan pada pengkajian ibadah dan akhlaq saja. Padahal membahas syariat juga merupakan keharusan dan jika syariat dipahami maka akan menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi uimat saat ini baik itu masalah sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan lain-lain, sehingga jangan pernah memisahkan pembahasan Islam dengan syariat-Nya. []


