HTI Press. Jakarta. Persoalan pemuda dengan penyimpangan perilaku seperti “cabe-cabean”, narkotika, dan sex bebas merupakan persoalan nyata. Maka diperlukan pembinaan agama secara intensif kepada pemuda untuk membentengi perilaku menyimpang. Kunjungan dilakukan LF HTI Jakarta, pada hari Rabu (2/4), disambut langsung oleh Drs H Ratiyono Mmsi (Kepala DISORDA DKI) dan Abdul Muis (Kabid Kepemudaan) di Jl. Jatinegara Timur No.55 , Jaktim. Delegasi HTI menyampaikan, “Konsep pembinaan kita, training itu hanya pintu pembuka saja, makanya ada program berkesinambungan yang terus berjalan yang biasa di sebut dengan mentoring.”
Pembinaan HTI harus bersifat rutin, bukan hanya training sehari. Isi mentoring perlu memaparkan fakta persoalan remaja, dan peran aktif menyelesaikan masalah umat. Pak Ratiyono memiliki pendapat senada, “Jadi jangan training-training motivasi terus, yang lebih penting lagi ketika dia (pemuda) sudah merasa perlu akhirnya dia dimentor rutin, karena sudah kebutuhan dia akan mencari, mencari dan mengajak sehingga orang lain yang semakin banyak yang terlindungi, nah kalo itu sudah menjadi kebutuhan dia akan pingin aman dan terhindar dari kesesatan.”
Gagasan mentoring rutin disambut baik oleh Muhammad As’ad (Ket DPD II HTI Jakarta) “Perubahan tidak akan terjadi tanpa ada penyadaran, dimana harus ada pemahaman yang diadopsi, dan HTI akan menyiapkan mentor-mentornya. [] MI Jakarta / Harris
Hizbut Tahrir Indonesia Melanjutkan Kehidupan Islam
