HTI Press, Surabaya. “ Indonesia memiliki banyak ulama yang mukhlis,” kata Khoiri Sulaiman,MM pengurus HTI Jatim dalam pembacaan kalimatut taqdim pada agenda Halqah Ulama Jawa Timur (Sabtu, 0609) di Gedung Astranawa Jl. Gayungsari Timur 35 Surabaya, malam hari selepas isya,. Tema yang dipilih adalah Indonesia Milik Allah. Saatnya Khilafah Menggantikan Demokrasi dan Sistem Ekonomi Liberal’ dengan sub tema ‘Urgensi Peran Ulama dalam perjuangan Penegakan Khilafah’.
Multimedia yang ditayangkan mendeskripsikan ulama sebagai pewaris para Nabi (waratsatul anbiya’) yaitu ulama sebagai penerus dan pengemban risalah kenabian. Kapasitas 250 kursi dipenuhi oleh para kyai, ulama, dan astidz dari seluruh jawa Timur. Kyai dan ulama yang hadir adalah ‘pinunjul’ (bahasa jawa dari yang utama/berpengaruh) seperti kyai sepuh di pesantrennya, mengasuh majelis taklim dengan ratusan sampai ribuan jamaah, memiliki muhibbin (simpatisan dan pencinta kyai) dan lain-lain.
Pengantar dialog bersama Ketua Umum DPP HTI Ust Rokhmat S. Labib selama 20 menit, diawali dengan tayangan multimedia pengantar oleh Syaikh Utsman Bakhosy dalam bahasa Arab yang intinya menyampaikan penghargaan kepada para ulama yang hadir. Dialog dipandu oleh Humas HTI Jawa Timur Ikhsan Abadi, MEI dengan memanggil juga ke atas panggung Ketua Lajnah Khusus Ulama DPP HTI KH. Musthofa A. Murtadlo, anggota LKU DPP Gus Juned, anggota DPP HTI KH. Ihsan Abdul Jalil dan ketua HTI Jatim Harun Musa.
‘ Tragedi Gaza-Palestina baru berlalu. Umat Islam tidak dapat berbuat apa-apa untuk membantu saudaranya di Gaza terhadap kebrutalan invasi Israel. Penguasa-penguasa negeri muslim sebatas mengecam, tidak mau mengerahkan pasukannya untuk melawan Israel dikarenakan belenggu nasionalisme. Pada saat lain, Jerman, Perancis, Inggris dan Amerika Serikat mempersenjatai Kurdi sebagi adu domba kaum muslimin dengan milisi ISIS adalah fakta diingkarinya nasionalisme,” demikian salah satu paparan Ust Labib.
Dialog bersama Ust Labib berlangsung 90 menit lebih, terbagi 2 termin dengan 10 penyampai pertanyaan antara lain tentang kriminalisasi khilafah dan bendera Rasul (al liwa dan ar raya), ISIS, dakwah di akar rumput, peluang tegaknya khilafah di Indonesia termasuk juga usulan membuat stasiun televisi sebagai sarana dakwah.
Seruan Hizbut Tahrir kepada para Ulama al Fadhil dibacakan ketua HTI Jatim Harun Musa, M.Kom. “ Beberapa ulama dahulu telah bersikap sesuai dengan tantangan mereka dalam menghadapi problematika vital pada zaman mereka. Abdullah bin ‘Abbas menantang kaum Khawarij. Sa’id bin Jubair menantang al-Hajjaj bin Yusuf. Sufyan at-Tsauri bahkan tidak mau menyentuh surat Khalifah Harun ar-Rasyid dengan tangannya, karena surat itu dibawa oleh orang yang zalim.Ahmad bin Hanbal telah menghadapi tantangan dalam masalah kemakhlukan al-Qur’an. dan Ibn Taimiyyah telah berperang melawan Tatar. Lalu bagaimana ulama saat ini?” paparnya berapi-api.
Seruan itu juga mengharapkan supaya para ulama tidak berdiam diri terhadap rusak dan bahayanya sistem kapitalis saat ini. Juga menginginkan kebaikan untuk para ulama bisa meraih kemuliaan yang agung dengan berjuang bersama Hizbut Tahrir untuk menegakkan Khilafah, dengan positioning/makanah di garda terdepan dalam setiap momentum kebaikan.
Selanjutnya pernyataan sikap ulama peserta halqah ulama tentang ‘Kriminalisasi khilafah dan penggunaan kekerasan dalam menegakkan syariah dan khilafah’ disampaikan oleh KH. Abdul Qoyyum sebagai representasi para ulama yang hadir. Beberapa pernyataan sikap tersebut antara lain : a. Bahwa klaim berdirinya khilafah oleh ISIS tidak memenuhi syarat syar’iy khilafah. B. Bahwa gambaran detail tentang khilafah telah dijeaskan panjang lebar oleh para fuqaha ahlus sunnah wal jamaah dalam kitab-kitab muktabar. C. Menolak segala bentuk kekerasan fisik dalam memperjuangkan penerapan syariah-khilafah karena bertentangan dengan metode dakwah rasulullah saw. D. Mengajak seluruh ulama, pengasuh pondok pesantren, pengasuh majelis taklim, tokoh umat, tokoh Ormas Islam dan parpol Islam, untuk bersatu padu bahu-membahu berjuang menegakkan syariah dan khilafah. Konferensi Pers tentang hal tersebut telah dilangsungkan dengan dihadiri beberapa rekan media.[] mi jatim
Hizbut Tahrir Indonesia Melanjutkan Kehidupan Islam
