Dua Alasan HTI Surabaya Tolak Penaikan BBM

HTI Press, Surabaya. Di hadapan sekitar 1000 massa, Ketua DPD HTI Jawa Timur Harun Musa menyatakan dua alasan umat harus menolak penaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Ahad (9/11) di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Pertama, kebijakan kenaikan BBM adalah kebijakan dzalim karena akan menyengsarakan rakyat sementara hasil penghematan tidaklah sebanding dengan penderitaan rakyat. “Kebijakan kenaikan BBM adalah kebijakan dzalim!” tegas Harun.

Ia menambahkan hasil Sensus Ekonomi Nasional (SUSENAS 2010) menunjukkan bahwa pengguna BBM 65 persen adalah rakyat kelas bawah dan miskin, 27 persen menengah, dan 6 persen menegah ke atas dan hanya 2 persen orang kaya.

Kedua, kebijakan tersebut juga kebijakan khianat karena kebijakan menaikkan harga BBM sesungguhnya tidak lain adalah untuk menyukseskan liberalisasi sektor hilir setelah liberalisasi sektor hulu sempurna dilakukan. Kebijakan kenaikan BBM merupakan arah menuju liberalisasi migas dimana perusahaan asing di bidang migas ingin berbisnis di Indonesia namun dengan harga BBM bersubsidi maka perusahaan asing tidak akan mampu bersaing.

Aksi diakhiri dengan aksi teatrikal yang menggambarkan pemerintah dan DPR bersama pengusaha asing membuat kebijakan penaikan harga BBM yang ujungnya rakyat yang dirugikan, penderitaan rakyat pun selesai ketika khilafah tegak.[]MI Jatim/Joy

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*