Politik Ekonomi Islam Mensejahterakan Keluarga, Perempuan dan Generasi

HTI Press, Bandung, Sabtu 24 Januari 2014. DPD II Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kab. Bandung menggelar acara Liqo Siyasah Mubalighah dengan mengangkat tema “Politik Ekonomi Islam dalam Mensejahterakan Keluarga, Perempuan dan Generasi”. Hadir 80 peserta dari kalangan muballighah, ustadzah, penggerak MT, dan ormas memadati ruang di Madrasah As-said, Jl. Raya Rancaekek-majalaya Kab. Bandung.  Ustadzah Irianti Aminatun hadir sebagai pemateri, yang dipandu oleh Ustadzah Eva Haofa Dewi.

Acara ini digelar dalam rangka silah-ukhuwah dan menyamakan persepsi, bahwasannya pangkal dari penderitaan rakyat adalah sistem ekonomi liberal dan sistem politik demokrasi, dan mencari solusi  kebangkitan yang hakiki.

Ketua LKM MHTI Kab. Bandung Ustadzah Irianti Aminatun di awal acara, menyampaikan bahwa para mubalighah adalah pewaris nabi dan  pihak yang paling mempunyai tanggung jawab besar dalam menjaga umat. Irianti juga memaparkan tentang kekayaan Indonesia yang melimpah ruah. Indonesia menempati posisi ke-6 dan peringkat ke-25 sebagai Negara dengan potensi minyak terbesar di dunia dan masih banyak kekayaan lainnya.

Namun ironisnya angka kemiskinan negeri ini masih sangat tinggi. Krisis ekonomi, telah menyebabkan puluhan juta rakyat hidup dalam kemiskinan. Bahkan jumlah mereka terus bertambah seiring dengan naiknya harga kebutuhan hidup. Mulai dari BBM, TDL, gas LPG, harga sembako, semuanya naik sedangkan pendapatan tidak naik.

Kerusakan terjadi karena dalam pengelolaannya telah di kungkung oleh Sistem Ekonomi Liberal dan Sistem Politik Demokrasi yang dapat  melanggengkan hegemoni Asing. Kekayaan alam Indonesia yang sangat melimpah, seharusnya dikelola dengan Sistem Ekonomi Islam dalam bingkai Khilafah. Dengan sistem ini, akan dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok dan dasar rakyat. Setiap individu akan terpenuhi kebutuhannya tanpa memandang ras, suku, agama, kaya/miskin, secara menyeluruh. Dengan mekanisme tersebut perempuan dan anak-anak tidak perlu perlu menghabiskan waktunya diluar untuk bekerja. Perempuan akan fokus pada tugas utamanya sebagai ummun wa rabbah al bayt. Maka, jadilah keluarga tangguh, sakinah mawaddah warahmah, melahirkan dan mencetak generasi terbaik.

Para peserta yang hadir dalam acara Liqo Siyasah Mubalighah pun sepakat memilih Khilafah sebagai solusi dan satu-satunya harapan agar hidup mulia sejahtera dan berkah. Khilafah wajib diperjuangkan  oleh seluruh muslim dengan cara ikut berkonstribusi mendakwahkan Islam Kaffah ke tengah-tengah masyarakat.

Hanya dengan Khilafahlah kondisi buruk itu bisa dihentikan. Hanya dengan Khilafah umat sejahtera, mulia dunia akhirat. Mari kita jalin ukhuwah, rapatkan barisan, bersatu memperjuangkan khilafah.

IMG_2641

IMG_2661

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*