Muslimah HTI Gelar Aksi Damai “Muslimah Indonesia untuk Palestina”

photo_2016-01-01_10-24-01

HTI Press. Jakarta. Indonesia menjadi tuan rumah konferensi yang diselenggarakan oleh Komite Palestina PBB bekerja sama dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dengan tema Konferensi Internasional Permasalahan Yerusalem di Hotel Borobudur Jakarta pada 14–15 Desember 2015. Konferensi ini diharapkan dapat memberikan solusi kepada Palestina. Namun masalah Palestina bukan hanya berbicara kedamaian bagi Palestina dan Al-Aqsa bisa dikunjungi dengan aman kemudian mengakui solusi dua negara.

Dalam aksi damai yang digelar Selasa (15/12/2015) di depan hotel Borobudur, Muslimah  Hizbut Tahrir Indonesia  mengajak publik menyadari bahwa Palestina dan Al-Aqsa adalah hak kaum muslimin yang menjadi kewajiban untuk merebutnya. Aksi yang diikuti oleh sekita 200 muslimah ini mengangkat tema “ Khilafah Rasyidah Pembebas Al-Aqsha dan Penjaga Perempuan Mulia”.

photo_2016-01-01_10-21-49

Ibu Pratma Julia Sunjandari (Ketua Lajnah Siyasi DPP MHTI)

 

Dalam orasinya Ibu Pratma Julia menyebutkan berbagai konferensi berulang kali disampaikan bahwa solusi terbaik bagi Palestina adalah solusi dua Negara (two state solution) Israel dan Palestina. Solusi dua negara sama artinya memberikan tanah tersebut sebagian kepada Israel.  Padahal, sungguh haram hukumnya menyerahkan tanah milik muslimin kepada Israel. Bahkan solusi itu justru akan memaksa warga Palestina untuk meninggalkan 80 persen dari negeri bersejarah.  Semua perjanjian, semua kesepakatan, semua solusi yang telah disetujui secara internasional itu tidak pernah memberikan sedikit pun ruang bagi warga Palestina. Rakyat Palestina tetap menjadi orang-orang yang harus menderita di negerinya sendiri.

Ibu Iffah Ainur Rochmah (Juru Bicara MHTI)

Ibu Iffah Ainur Rochmah (Juru Bicara MHTI)

Kemudian Ibu Iffah Ainur Rochmah selaku Juru Bicara Muslimah HTI menyampaikan pernyataan sikap tegas terhadap permasalahan Palestina bahwa mempertahankan Al-Aqsa dan Palestina merupakan sepenuhnya kewajiban dalam Islam. Hal ini dapat dicapai dengan mengusir entitas Yahudi untuk selamanya dan tidak dengan cara meminta pertolongan komunitas dan organisasi internasional, dan tidak pula dengan cara membawa pasukan yang memusuhi ummat dan tangannya penuh darah kaum muslimin.

Selama serangan terkini yang menimpa tanah Palestina yang diberkati, rakyat Palestina seluruhnya bangkit, termasuk kaum perempuannya, untuk melindungi Al-Aqsa. Dengan mempertaruhkan nyawa mereka, para muslimah yang berjaga di dalam Al-Aqsa berjuang dengan teguh untuk melindungi Al-Aqsa dengan ketegaran dan kekuatan yang dimiliki sekalipun segala jenis penindasan mereka hadapi dan berbagai upaya untuk menyingkirkan mereka.

Ibu Ratu Erma Rahmayanti (DPP MHTI)

Ibu Ratu Erma Rahmayanti (DPP MHTI)

Mengapa permasalahan Palestina belum kunjung tuntas meskipun sudah sekian lama? Karena belum ada yang membebaskan dengan tuntas. Pembebas yang akan menyelesaikan permasalahan Palestina secara tuntas adalah Khilafah, tegas Ibu Ratu Erma, DPP Muslimah HTI. Mengapa Khilafah? Karena  Khilafah akan menjamin rasa aman dan kesejahteraan, menghilangkan penjajahan suatu bangsa atas bangsa lain, merebut tanah kaum muslim yang dirampas dan melindungi umat manusia. Oleh karena itu Khilafah Rasyidah harus diperjuangkan oleh semua kaum muslim. []

photo_2016-01-01_10-22-15

photo_2016-01-01_10-23-21

photo_2016-01-01_10-23-49

photo_2016-01-01_10-27-00

photo_2016-01-01_10-27-27

photo_2016-01-01_10-26-11

photo_2016-01-01_10-24-43

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*