HTI

Opini (Al Waie)

Mengoptimalkan Dakwah Pemuda

Sudah satu tahun silam Kongres Mahasiswa Islam Indonesia berlalu. Tepat 18 Oktober 2010 di halaman parkir hall basket Senayan Jakarta, ribuan mahasiswa Islam menyatukan kesepakatan bersama untuk menegakan Islam sebagai way of life dan menjadikan Khilafah sebagai institusi yang dapat menerapkan hukum Islam.

Dalam sejarah kehidupan bangsa di dunia, termasuk di Indonesia, peranan pemuda sebagai agent of change sangat penting. Karena itu, optimalisasi peran dakwah yang dilakukan oleh pemuda juga sangat penting. Para pemuda adalah penggerak nyata yang mempunyai nilai idealisme dan semangat juang tinggi yang begitu cepat merespon suasana hati dan kecemasan masyarakat terhadap isu dan tragedi yang ada.

Saat ini masyarakat dikelilingi kasus ledakan elpiji, kasus terorisme, kasus penculikan dan perampokan, kasus korupsi dan kriminalitas seperti lingkaran setan yang saling terhubung. Maka dari itu, optimalisasi peranan dakwah dan penyadaran kepada umat akan pentingnya Islam berdiri sebagai jalan kehidupan harus segera direalisasikan dan ditumbuhkan. Peranan itu ada pada gerak pemuda.

Oleh karena itu, penting bagi para pemuda mengambil peranan memimpin perubahan, tentu mengangkat perubahan secara ideologis dan total. Sebab, permasalahan terjadi bukan hanya karena para pemimpinnya yang sudah menjauh dari Islam, tetapi sistem yang menaunginya pun sudah tak layak ditempatkan dalam kehidupan bernegara. Perubahan itu tak lain dengan melakukan wacana politik, penyadaran umat dan dakwah tanpa kekerasan yang harus dilakukan oleh para pemuda. Tentu kali ini perubahan itu bukan bersifat lokal, atau dalam lingkup nasional Indonesia, tetapi perubahan yang bersifat mendunia. Perubahan itu juga harus mengambil alih perhatian dunia dengan menegakan Islam sebagai jalan hidup di bawah panji-panji Rasulullah saw. dalam naungan Khilafah Islamiyah.

Proses perubahan dan optimalisasi gerak dakwah para pemuda dilakukan dengan beberapa cara yaitu: (1) Melakukan dakwah secara berjamaah; ikatan yang dibentuk adalah ikatan ideologi dan akidah, dengan menjadikan Islam sebagai satu-satunya solusi tuntas dalam permasalahan saat ini; (2) Melakukan gerak dakwah secara massif, dengan secara konsisten mengopinikan syariah dan Khilafah meski dengan menghadapi berbagai risiko; (3) Mendekatkan diri kepada Allah SWT, senantiasa berdoa agar kemenangan itu segera muncul; (4) Melakukan gerakan dakwah bersama-sama masyarakat, menyadarkan mereka dan berusaha memutus mata rantai kepercayaan umat terhadap pemimpin dan sistem yang ada, dengan menggantikannya dengan Islam secara kaffah. [Rizqi Awal El-Palembani; Ketua LDK DKM UNPAD dan Pimred Syiar-islam.com]

One comment

  1. ikhwan blitar

    maaf..koreksi tgl pelaksanaannya kayaknya 2009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*