HTI

Opini (Al Waie)

Meraih Hati Generasi Muda

Siapakah yang akan memimpin dunia ini di masa 10-20 tahun mendatang kalau bukan generasi muda atau remaja kita saat ini? Dengan semangat dan energi yang jauh lebih produktif dari yang lainnya, potensi yang dimiliki generasi muda tidak bisa dipandang sebelah mata. Itulah mengapa arus liberalisasi lebih mengguncang generasi muda. Musuh tentu memahami betul kelemahan, potensi dan senjata ampuh untuk melumpuhkan ghirah keislaman generasi muda. Mengutip perkataan seorang tokoh, bahwa generasi muda itu ibarat aliran air di hulu yang masih bersih dan murni. Ketika ia diracuni, maka akan rusaklah seluruh aliran air tersebut.

Bukan sesuatu yang riskan sesungguhnya untuk mengajak kaum muda pada Islam, asal dengan ketekunan dan kesungguhan, insyaallah generasi muda akan tercerahkan. Paling tidak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama: Luruskan niat. Menanamkan Islam kepada generasi muda tentu harus diawali dengan niat yang murni karena Allah SWT. Tidak boleh terbersit niatan kotor, seperti ingin tampil eksis dan gaul di depan mereka.

Kedua: Melakukan pendekatan intensif dengan menggunakan uslub-uslub menarik. Tidak ada salahnya jika sekali-kali mengajak mereka hangout sambil memberikan pemahaman Islam. Membawa mereka ke alam terbuka untuk menunjukan kebesaran Allah. Mengajak mereka ke pusat kota untuk menajamkan kepekaan sosial mereka dengan memperlihatkan penderitaan anak-anak jalanan, peminta-minta, buruknya sistem pergaulan dan sebagainya, sekaligus memahamkan bahwa Islam juga punya solusi atas semua permasalahan manusia. Bisa juga dengan membantu mereka memecahkan soal dari tugas dan pe-er-nya. Dengan begini, mereka akan merasa akrab dan menjadikan kita sebagai tempat curhat yang nyaman buat mereka.

Ketiga: Memahami betul karakter, potensi dan dunia mereka. Hal ini juga penting agar kita bisa lebih mudah menggiring generasi remaja kepada Islam. Nantinya remaja akan berpikir bahwa mengkaji islam itu mengasyikkan, seru dan nyaman. Toh ternyata mengkaji Islam itu bisa membuat remaja tetap gaul dan syar’I; bahkan bisa membuat mereka cerdas dan multitalenta. Ketika kita sudah memahami betul seperti apa remaja yang sedang kita dakwahi, kita akan lebih mudah menarik hati mereka dan menentukan uslub-uslub yang cantik dan pas bagi mereka.

Keempat: Tak lupa mengajak mereka ke acara-acara dakwah agar semangat dan pemahaman mereka bertambah. Lebih bagus lagi membuat mereka ikut andil dalam setiap kegiatan dakwah agar ghirah perjuangan mereka ikut terasah.

Kelima: Berdoa. Dengan doa, kita akan semakin mantap dalam berdakwah pada generasi muda. Dengan itu perjuangan penegakan Islam akan lebih terasa ringan karena generasi muda mempunyai potensi luar biasa untuk digerakkan di jalan dakwah.

Berkaca pada awal penyebaran Islam, ternyata para sahabat yang pertama kali mendukung Islam pun adalah generasi muda. Pembentukan kutlah dakwah di Makkah yang berisi 40 orang Sahabat ternyata sebagian besarnya adalah generasi muda. Tentu ini menunjukan bahwa generasi muda tidak bisa dipandang sebelah mata.

Wallâhu a’lam bi ash-shawâb. [Ratu Masrianti; Mengajar di Islamic’s Study Club]

3 comments

  1. Generasi muda = generasi dakwah… ALLAHU AKBAR !!!!

  2. AlhamduliLLAH,,tips yang lama dinanti.. syukran wa jazakumuLLAH khairan katsiiran

  3. Syukron katsiiron atas tipsnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*