HTI

Cover (Al Waie)

Pengantar [Jalan Menuju Khilafah]

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, cita-cita untuk menegakkan kembali syariah dan Khilafah kini tidak lagi menjadi monopoli kelompok Islam tertentu, termasuk Hizbut Tahrir. Banyak kalangan—secara individu maupun jamaah—yang mencita-citakan dan menyuarakan hal yang sama: tegaknya syariah dan Khilafah.

Memang, meski satu cita-cita dan satu tujuan, yakni tegaknya syariah dan Khilafah, dalam hal metode pencapaiannya banyak perbedaan di antara berbagai kelompok Islam yang ada. Ada yang lewat jalur demokrasi (parlemen). Ada yang melalui jalur ekonomi dan aktivitas sosial. Ada yang fokus dalam dakwah tauhid atau perbaikan akhlak individu. Ada yang menggunakan jalur revolusi dan gerakan massa. Ada juga yang menggunakan aksi-aksi kekerasan. Hizbut Tahrir sendiri tetap di jalur dakwah non-kekerasan yang fokus pada tatsqif (pembinaan) individu maupun jamah, tafa’ul ma’a al-ummah (berinteraksi dengan masyarakat) yang dibarengi dengan thalab an-nushrah (menggalang dukungan dari ahlul quwwah) hingga tahap akhir perjuangan, yakni istilam al-hukm (penerimaan kekuasaan), yang mudah-mudahan akan segera dapat direalisasikan.

Pertanyaannya, mana di antara thariqah (metode) dakwah itu yang syar’i, sesuai dengan yang dicontohkan Nabi saw., sekaligus rasional dalam mewujudkan kembali Khilafah yang akan menegakkan syariah? Apakah lewat jalan demokrasi/parlemen? Ataukah melalui revolusi dan gerakan massa? Ataukah dengan menggunakan aksi-aksi kekerasan? Ataukah dengan metode yang ditempuh oleh Hizbut Tahrir selama ini? Inilah yang akan dipaparkan secara gamblang dalam tema utama al-wa’ie kali ini.

Pertanyaan lanjutannya, jika Khilafah tegak, siapa yang menjadi khalifah? Pertanyaan ini secara khusus dijawab dalam rubrik Soal-Jawab kali ini.

Di sisi lain, masih terkait dengan Khilafah, tulisan menarik berjudul “The Inevitable Caliphate” dapat Anda temukan dalam Catatan Jubir HTI di edisi kali ini. Judul artikel tersebut sebetulnya merupakan judul asli sebuah disertasi syabab London yang tentu amat penting untuk dibaca. Beberapa tulisan menarik lainnya juga bisa Anda temukan dalam sejumlah rubrik lain yang rutin menyambangi pembaca, yang tentu sayang jika terlewatkan. Jadi, selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*