HTI

Afkar (Al Waie)

Campakkan Demokrasi Dan Sistem Ekonomi Liberal, Tegakkan Khilafah (Pidato Politik Ketua DPP HTI dalam Acara KIP 2014)

Assalamu’alaikum wr. wb.

Kaum Muslim yang dirahmati Allah SWT.

Sejak Indonesia diproklamasikan, demokrasi adalah sistem politik yang dipilih. Ragam demokrasi telah diterapkan; mulai dari demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, demokrasi Pancasila hingga kembali lagi ke demokrasi liberal.

Di bidang ekonomi, meski sempat terpengaruh Sosialisme pada masa Orde Lama, Kapitalisme-liberalisme adalah sistem ekonomi yang diberlakukan. Penerapan sistem ekonomi tersebut semakin menjadi-jadi pasca reformasi. Ini ditandai dengan doktrin-doktrin ekonomi liberal yang dijalankan, seperti pembatasan peran negara sebatas regulator, pasar bebas, pencabutan subsidi, dan privatisasi.

Pertanyaan penting tentu patut diajukan, apakah setelah menerapkan demokrasi puluhan tahun, Indonesia menjadi lebih baik? Apakah setelah menjalankan sistem ekonomi liberal, Indonesia menjadi lebih sejahtera?

Dua pertanyaan penting itu telah terjawab. Demokrasi dan sistem ekonomi liberal itu gagal menjadikan negeri ini lebih baik dan sejahtera. Sebaliknya, negeri ini makin rusak dan bobrok. Alih-alih menyelesaikan masalah, demokrasi dan sistem ekonomi liberal justru menjadi sumber masalah di negeri ini!

Betapa tidak. Ongkos demokrasi yang amat mahal terbukti menjadi pemicu utama maraknya korupsi. Demokrasi yang dipropagandakan “dari, oleh, dan untuk rakyat” pada praktiknya hanya untuk kepentingan para pemilik modal dan korporasi. Berbagai undang-undang liberal yang dihasilkan justru menyengsarakan rakyat. Bahkan demokrasi juga menjadi pintu masuk bagi negara-negara kafir penjajah untuk menguasai dan merampok kekayaan alam.

Namun anehnya, demokrasi dan sistem ekonomi liberal tetap saja dipertahankan. Belum ada tanda-tanda untuk diakhiri. Apakah berbagai kerusakan dan keboborokan yang ditimbulkan oleh sistem tersebut tidak membuat kita sadar? Apakah kita baru tersadar setelah kekayaan alam kita habis tak tersisa setelah dirampok oleh negera-negara kafir penjajah? Jika itu yang terjadi, sungguh penyesalan yang terlambat!

Kaum Muslim yang dirahmati Allah SWT.

Sesungguhnya kita tidak perlu ragu untuk mencampakkan demokrasi dan sistem ekonomi liberal. Sebab, sistem tersebut adalah sistem kufur dan lahir dari ideologi Kapitalisme yang kufur. Ideologi ini membatasi agama hanya mengatur urusan privat. Ini jelas bertentangan dengan Islam. Sebab, Islam adalah dîn kâmil syâmil yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia.,

Prinsip dasar demokrasi adalah kedaulatan rakyat. Konsekuensinya, otoritas menetapkan hukum ada di tangan rakyat yang diwakili oleh lembaga legislatif. Padahal menetapkan hukum, menghalalkan dan mengharamkan segala sesuatu, bukan merupakan otoritas manusia. Memberikan otoritas tersebut kepada manusia merupakan kejahatan besar. Sebab, membuat hukum adalah otoritas tunggal Allah SWT, sebagaimana firmar-Nya:

إِنِ الْحُكْمُ إِلا لِلَّهِ يَقُصُّ الْحَقَّ وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ

Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik (QS al-An’am [6]: 57).

Maka dari itu, haram menjadikan demokrasi sebagai pandangan hidup dan asas bagi konstitusi beserta seluruh undang-undang. Haram pula mengambil dan menyebarluaskan demokrasi.

Ingatlah, ibarat kereta, ideologi dan sistem kufur adalah lokomotif yang membawa gerbong-gerbong kemaksiatan, kemungkaran dan kezaliman yang semuanya berujung pada kerusakan.

Kaum Muslim yang dirahmati Allah SWT.

Sesungguhnya Islam telah memiliki sistem pemerintahan sendiri. Itulah khilafah. Khilafah adalah satu-satunya sistem pemerintahan Islam; bukan republik, kerajaan, imperium, federasi, demokrasi, dan lain-lain. Secara syar’i dinyatakan:

اَلْخِلاَفَةُ هِيَ رِئَاسَةٌ عَامَةٌ لِلْمُسْلِمِيْنَ جَمِيْعًا فِي الدُّنْيَا لإقَامَةِ أَحْكَامِ الشَّرْعِ اْلإِسْلاَمِي، وَحَمْلِ الدَّعْوَةِ اْلإِسْلاَمِيَّةِ إِلَى الْعَالَمِ

Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menegakkan hukum syariah dan mengemban dakwah ke seluruh dunia.

Karena itu, dengan Khilafah umat Islam dipersatukan dalam satu kepemimpinan dan satu negara, Negara Khilafah. Dalam institusi Khilafah, seluruh hukum syariah bisa diterapkan dan dakwah Islam juga dapat diemban ke seluruh dunia.

Sungguh, kebaikan dan keberkahan akan dilimpahkan Allah SWT ketika hukum-hukum-Nya ditegakkan. Abu Hurairah ra. Menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:

حَدٌّ يُقَامُ فِي اْلأَرْضِ خَيْرٌ لِلنَّاسِ مِنْ أَنْ يُمْطَرُوْا ثَلاَثِيْنَ أَوْ أَرْبَعِيْنَ صَبَاحًا

Satu hukum had (sanksi syariah atas kejahatan tertentu) yang ditegakkan di muka bumi lebih baik bagi manusia daripada mereka diguyur hujan selama tiga puluh atau empat puluh hari (HR Ahmad).

Itu baru satu jenis hukum syariah saja. Betapa besar kebaikan jika seluruh hukum syariah ditegakkan?

Kaum Muslim yang dirahmati Allah SWT.

Sungguh disayangkan, sistem pemerintahan itu sekarang tidak ada. Itu terjadi sejak institusi Khilafah Utsmaniyyah dihapuskan oleh Mustafa Kemal Attaturk pada 28 Rajab 1342 H, bertepatan dengan 3 Maret 1924.

Padahal kewajiban Khilafah telah banyak dijelaskan oleh para ulama. Tidak ada ikhtilaf di antara mereka. Bahkan Khilafah disebut bukan sekadar kewajiban, tetapi kewajiban paling penting. Ibnu Hajar al-Haitami rahimahul-Lah dalam Ash–Shawâiq al-Muhriqah berkata:

إِعْلَمْ أَيْضًا أَنَّ الصَّحَابَةَ رِضْوَانُ اللهِ تَعَالَى عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ أَجْمَعُوْا على أن نصب الإمام بعد انقراض زمن النبوة واجب بل جعلوه أهم الواجبات حيث اشتغلوا به عن دفن رسول الله صلى الله عليه وسلم

Ketahuilah juga, sesungguhnya para Sahabat ra. telah berijmak bahwa mengangkat imam (khalifah) setelah zaman kenabian adalah kewajiban. Bahkan mereka menjadikan kewajiban itu sebagai kewajiban yang lebih penting ketika mereka lebih mendahulukan untuk mengerjakan kewajiban itu daripada kewajiban memakamkan Rasulullah saw.

Karena itu, sungguhaneh jikamasih ada di antara kaum Muslim yang meragukan dan menolak Khilafah, apalagi menghalangi perjuangan untuk menegakkan Khilafah.

Kaum Muslim yang dirahmati Allah SWT.

Ada juga yang merasa pesimis dengan tegaknya Khilafah. Bahkan menganggap Khilafah sebagai utopia, ilusi, atau mimpi. Sikap ini tentu ironi. Mengapa? Karena kaum kafir saja tidak mengingkari kemungkinan berdirinya Khilafah. Buktinya, negara-negara kafir penjajah amat serius menghalangi tegaknya Khilafah. Itu artinya, kaum kafir menganggap Khilafah adalah ancaman nyata buat mereka.

Apalagi dukungan terhadap syariah dan Khilafah terus meningkat. Menurut survei terbaru PEW Research, 73% umat Islam di negeri ini menginginkan syariah Islam sebagai hukum resmi negara. Di Pakistan 84%, Malaysia 86%, Palestina 89%, Irak 91%. Bahkan di Afganistan mencapai 99%.

Apakah mereka yang meragukan tegaknya Khilafah itu lupa, bahwa kekuasan hanya di tangan Allah SWT. Dialah Yang memberikan kekuasaan kepada siapa pun yang Dia kehendaki, dan mencabut kekuasaan dari siapa pun yang Dia kehendaki. Lalu apa sulitnya bagi Allah SWT untuk membuat Khilafah berdiri kembali sebagaimana sebelumnya? Apalagi ini adalah janji Allah SWT. Dia tidak akan mengingkari janji-Nya. Allah SWT berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal salih di antara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi (QS an-Nur [24]: 55).

Kabar gembira tentang tegaknya Khilafah juga diberitakan dalam banyak hadis. Dalam riwayat Ahmad, Khilafah ‘alâ Minhâj an-Nubuwwah akan datang setelah masa mulk[an] jabriyyan (penguasa diktator). Dalam hadis riwayat Imam Ahmad diberitakan bahwa Konstantinopel dan Roma akan dibebaskan. Konstantinopel berhasil dibebaskan oleh Sultan Muhammad al-Fatih, lalu diubah namanya menjadi Istanbul. Adapun Roma hingga kini masih belum dibebaskan. Insya Allah, kota itu juga akan dibebaskan, dan yang membebaskannya adalah Daulah Khilafah. Bahkan dalam hadis riwayat Imam Muslim diberitakan, Rasulullah saw. pernah diperlihatkan ujung timur dan ujung barat bumi. Beliau menegaskan, kekuasaan umat Rasulullah saw. akan sampai ke seluruh bagian bumi yang diperlihatkan kepada beliau.

Sebagai hamba Allah SWT, tugas kita hanyalah menunaikan kewajiban. Karena Khilafah merupakan kewajiban, tidak ada pilihan bagi kita kecuali harus maju dan berjuang menegakkan Khilafah. Celaan dan kemurkaan manusia tidak boleh membuat kita mundur walau hanya selangkah. Ingatlah, ketika kita berjuang untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT, maka kita berhak mendapatkan pertolongan-Nya. Rasulullah saw bersabda:

مَنْ أَرْضَى النَّاسَ بِسُخْطِ اللهِ وَكَلَّهُ اللهُ إِلىَ النَّاسِ وَمَنْ أَسْخَطَ النَّاسَ بِرِضَا اللهِ كَفَاهُ اللهُ مؤنه النَّاسِ

Siapa saja yang menyenangkan manusia dengan membuat Allah murka, Allah akan menyerahkan dia kepada manusia. Siapa saja yang membuat marah manusia demi meraih keridhaan Allah, niscaya Allah mencukupkan dia dari pertolongan manusia (HR al-Tirmidzi dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah dari Aisyah).

Tatkala Allah SWT memberikan pertolongan, siapakah yang mampu menghalanginya?

Kaum Muslim yang dirahmati Allah SWT.

Pada kesempatan ini, Hizbut Tahrir kembali mengajak seluruh kaum Muslim untuk berjuang menegakkan Khilafah. Kami menyampaikan pesan amir Hizbut Tahrir yang sekarang, Al-‘Alim al-Jalîl SyaikhAtha` Abu Rasytah. Beliau berkata:

Sungguh, kami tengah berjuang, sedangkan mata kami melihat Khilafah, dan hati kami berdebar-debar menyambut kedatangannya. Kami semua yakin bahwa Khilafah akan kembali tegak, sebab Rasulullah saw. telah memberitahu kita dan menyampaikan kabar gembira kepada kita tentang akan tegaknya Khilafah. Beliau bersabda:

ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ نُبُوَّةٍ

Selanjutnya akan tegak kembali Khilafah ‘ala Minhâj an-Nubuwah.

Semua itu adalah kenyataan yang mempertajam tekad, memperkuat kemauan dan menggembirakan hati.

Oleh karena itu, wahai kaum Muslim, sambutlah seruan perjuangan ini. Songsonglah janji Allah SWT dan berita gembira Rasul-Nya dengan penuh semangat. Bergabunglah dalam barisan umat bersama Hizbut Tahrir untuk menegakkan Khilafah. Penuhilah panggilan Allah SWT:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah ka lian bersama orang-orang yang benar (QS at-Taubah [9]: 119).

Wassalamu’alaikum wr. wb. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*