HTI

Cover (Al Waie)

Pengantar [Gebyar KIP 2014 (Liputan Khusus)]

167-cover1-200Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, sejak Revolusi Industri di Inggris dan Revolusi Prancis kurang-lebih dua abad lalu, Barat mencetuskan sekularisme sebagai sebuah keyakinan baru. Sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan dan negara) lalu menjadi dasar bagi lahirnya ideologi baru: Kapitalisme. Kapitalisme kemudian melahirkan sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi kapitalis-liberal.

Di Barat sendiri, demokrasi dan ekonomi kapitalisme-liberal yang mereka bangga-banggakan sebetulnya hanya menghasilkan kemajuan semu. Selain hanya menghasilkan kemajuan secara fisik, kemajuan ekonomi yang dirasakan hanya dirasakan oleh segelintir orang. Di Barat kesenjangan ekonomi kaya-miskin seolah menjadi ciri khas yang amat menonjol. Di sisi lain, sekularisme malah memproduksi banyak hal destruktif seperti kerusakan moral dan kriminalitas yang makin tak terkendali.

Hal serupa, bahkan lebih parah, juga terjadi di negeri ini. Indonesia yang sejak awal ‘konsisten’ mengadopsi sekularisme—sejak zaman Orde Lama, zaman Orde Baru hingga Orde Reformasi—faktanya makin terpuruk dalam segala bidang. Demokrasi dan ekonomi liberal hanya memproduksi banyak masalah di negeri yang kaya-raya ini: kebejatan moral (kebebasan seksual, KDRT, kehamilan di luar nikah, narkoba, korupsi, dll), angka kriminalitas yang tinggi (perampokan, pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, dll), kemiskinan, pengangguran, anak putus sekolah, gizi buruk, dll.

Pertanyaannya: Belum waktunyakah bangsa ini membuang sekularisme? Belum saatnyakah bangsa ini mencampakkan demokrasi dan ekonomi-liberal yang terbukti bobrok dan menyengsarakan? Belum waktunyakah bangsa ini—yang notabene mayoritas Muslim—berpaling pada syariah Islam? Belum saatnyakah bangsa ini menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam institusi Khilafah ar-Rasyidah?

Di seputar itulah tema utama al-wa’ie edisi kali ini. Tema utama al-waie kali ini tidak lain merupakan tema utama dari Konferensi Islam dan Peradaban (KIP) 2014 yang diselenggrakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia di 70 kota besar di negeri ini beberapa waktu lalu. Karena itu, selain merangkum kembali materi KIP, al-waie edisi kali ini juga memotret rangkaian kegiatan KIP di berbagai kota, lengkap dengan segala pernak-perniknya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*