HTI

Suara Pakar (Al Waie)

Testimoni Tokoh: Mereka Mendukung Perjuangan HT

Komentar peserta Konferensi Islam dan Peradaban 1435 Hijriah di 70 kota menunjukkan benang merah yang sama. Mereka menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik dengan tegaknya syariah dan Khilafah menggantikan sistem pemerintahan kufur demokrasi dan sistem ekonomi liberal. Berikut sebagian kutipannya.

KIP Sepektakuler!

Acara Konferensi Islam dan Peradaban ini spektakuler! Hizbut-Tahrir adalah sebuah gerakan dakwah yang paling lurus dalam perjuangannya, yaitu mengikuti metode Rasulullah saw. Saya pernah aktif di beberapa jamaah dakwah seperti LDII, MTA, Muhammadiyah. Namun, hanya di Hizbut Tahrir, saya merasakan kepuasan dalam memahami Islam. Saya siap berjuang bersama Hizbut Tahrir untuk menegakkan syariah dan khilafah. [Ir. Muhammad Yusuf, Dosen Universitas Veteran (Univet), Sukoharjo]

Setuju dengan Gagasan HTI

Saya setuju dengan apa yang digagas oleh HTI. Sistem yang baik itu yang kita harapkan. Ke depan saya mengusulkan agar HTI membuka forum dialog atau seminar dengan suasana lebih sejuk untuk menyatukan ragam pendapat di antara internal umat Islam atas masalah umat. [Kamal Rasyid, S.I.P. Camat Nuha, Luwu Timur]

Demokrasi Tak Bisa Diharapkan

Saya sangat setuju dengan perjuangan HTI. Demokrasi tak bisa lagi diharapkan untuk memperbaiki umat. Sistem Khilafah satu-satunya harapan umat. [Drs. Amal Hamzah, Mantan Ketua MMI Sulsel]

Sangat Baik Buat Diri, Bangsa dan Negara

Selama ini umat hanya tahu bahwa ketika berbicara tentang agama, yang dibicarakan hanya persoalan moralitas, seremonial dan persoalan individu belaka. Padahal, seperti yang disebutkan para pembicara pada KIP itu, Islam bukan hanya masalah moralitas saja. Islam juga mengatur berbagai persoalan hidup baik politik, ekonomi bahkan peperangan sekalipun.

Apa yang disampaikan ini sangat baik untuk dirinya sendiri, bangsa dan negara. [H. Tengku Erry Nuradi, Wakil Gubernur Sumatera Utara]

Salut dan Dukung HTI!

Acara ini sungguh luar biasa! Walaupun kita tertatih-tatih dalam perjuangannya, tetap harus kita tegakkan syariah Islam. Saya sangat salut dan mendukung perjuangan Hizbut Tahrir. Imamah untuk umat Islam harus ada. [Gus Shiddiq, Komando GPK Tepi Barat Temanggung]

Demokrasi Harus Diganti

Kami umat Islam sudah sangat merindukan perubahan yang hakiki. Demokrasi sudah saatnya ditinggalkan. Kami sangat menginginkan perubahan besar dengan Islam. Dengan acara KIP ini, kami semakin mantap, dan masyarakat Indonesia sudah menginginkan perubahan dengan syariah Islam dalam sistem negara Islam. [Suryati, Mubalighah, Wonosobo]

Khilafah: Model Pemerintahan Terbaik

Saya sangat mengapre-siasi acara ini. Acara ini memberikan pencerahan bagi umat Islam bahwa hukum yang paling baik adalah hukum Allah. Jadi, memang selama ini masyarakat awam menolak syariah adalah karena tidak paham. Begitu juga dengan para pemimpinnya. Harapan saya, acara ini bisa menjadikan pemahaman tentang Khilafah menyebar ke mana-mana karena Khilafah adalah model pemerintahan yang terbaik. [KH M. Ismudiyono, MUI Kota Magelang]

Kita Perjuangkan Khilafah

Tegaknya kembali Khilafah adalah mutlak karena Allah memberi jaminan sendiri di dalam al-Quran. Sistem selain Islam harus diganti. Inilah perjuangan kita sekarang sebagaimana yang diperjuangkan oleh Hizbut-tahrir. [Prof. Dr. H. Muhammad Abduh, M.A., Dosen Ilmu Komunikasi Fisipol Unhas]

Khilafah Janji Allah

Kegiatan ini positif. Ke depan HTI harus mampu lebih eksis lagi dan lebih besar. Dengan begitu apa yang di cita-citakan HTI terealisasi untuk Dunia Islam dan umat Islam. Kemenangan ini hanyalah persoalan waktu. [Muhammad Yusuf, Anggota FPI Makassar]

Cita-Cita Kita Semua

Inilah (tegaknya syariah dan Khilafah) keinginan umat Islam. Inilah cita-cita kita semua. Kebangkitan Islam adalah kepastian. [HO Komarudin, Ketua Persatuan Islam (Persis) Sulawesi Tengah]

Demokrasi Sangat Merusak!

Sistem demokrasi membuat kondisi kehidupan di Indonesia sangat bobrok dan sangat merusak. Kalau tidak kembali pada syariah Islam atau hukum Allah, hancur negara ini! [Drs. Haidir Sangaji, Pimpinan Pondok Pesantren Babbul Sadda Bajo Kabupaten Luwu, Sulsel]

Rindu Penerapan Syariah

Masyarakat sudah menangis, merindukan penerapan syariah Islam. Saya sangat mendukung perjuangan Hizbut Tahrir. Semoga apa yang diperjuangkan HT segara tegak dalam waktu dekat ini. Saya siap berjihad untuk tegaknya syariah Islam. [Sultan DS, Mantan Anggota DPRD Kab Luwu]

Demokrasi: Sitem Paling Konyol!

Demokrasi adalah sistem paling konyol di dunia. Dunia Melayu yang mengaku beragama Islam itu sebenarnya mau kemana? Sudah diberi pedoman hidup yang benar oleh Allah untuk menyelamatkan dirinya. Di beri contoh teladan yang indah bagaimana hidup bersyariah oleh Nabi Muhammad saw. Sudah diberi peringatan dengan bencana dari langit dan bumi, namun tidak mau juga sadar dan berpikir jernih. [Uu Hamidi, Budayawan Riau]

Perjuangan Menegakkan Khilafah Wajib Diikuti

Konferensi ini mempunyai dampak positif terhadap perubahan tata-nan kehidupan berbangsa untuk lebih baik. Saya melihat (perjuangan menegakkan Khilafah) ini berasal dari aturan Islam. Jadi, tidak ada kata lain, ini wajib diikuti. [KH Abdul Rohman Qoharudin, Ketua Bidang Fatwa MUI Riau dan Ketua Dewan Syura NU Riau]

Berjuang Bersama HTI

Insya Allah, saya siap memperjuangkan Khilafah. Itu sudah kewajiban kita sebagai seorang Muslim. Kalau tak siap, mau jadi apa negeri kita ini? Kita ini harus takut kepada Allah. Jangan takut kepada hukum buatan manusia. Tujuan saya menggabungkan diri dengan HTI juga agar kita bisa berjuang bersama menegakkan hukum Allah SWT hingga demokrasi bisa digantikan dengan sistem yang haq, yakni Khilafah ar-Rasyidah. [KH Jauhari, Pimpinan Ponpes Subul El Salam, Jayanti, Kabupaten Tangerang]

Exited and Well Organized Excited

HTI is new comer organization in Indonesia but it’s reputation is as big as other big organization like NU and Muhammadiyah (HTI adalah organisasi baru, tetapi reputasinya sebesar organisasi besar lain seperti NU dan Muhammadiyah). Exited and well organized excited ([KIP penuh] gelora semangat dan terorganisasi dengan bagus). [Gwenael Njoto Feillard, Ph.D. Visiting Research Fellow Indonesia Studies Group, Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) Singapura]

Rela Mati Bersama Hizbut Tahrir

Selama orang Indonesia masih punya otak yang waras ya pasti mendukung. Kalau untuk kemakmuran, kedaulatan, dan martabat, kok diajak ndak mau. Ini orang waras atau bukan? Selama ajaran Hizbut Tahrir yang Islam kaffah, berdasarkan al-Quran dan hadis tanpa ada penyimpangan sedikit pun saya rela mati bersama Hizbut Tahrir! [Burhanudin ZR, Ketua Forum Anti Komunis Indonesia/FAKI]

Pembicaraan Narasumber Benar Adanya

Saya lihat ini banyak sekali remajanya. Anak-anak muda. Saya optimis sekali semua akan menjadi kader-kader Islam. Luar biasa sekali bisa mengumpulkan sebanyak itu. Apa yang disampaikan oleh para narasumber itu semua benar adanya. Semua itu harus berdasar syariah Islam. [Drs. H. KRT Ahmad Muhsin Kamaludiningrat, Penghulu Keraton Yogjakarta, Sekretaris Umum MUI DIY]

Merasa Sangat Tercerahkan

Saya baru pertama kali mengikuti acara Konferensi Islam dan Peradaban yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir. Saya merasa sangat tercerahkan. [Anant, Penyanyi dan Pencipta Lagu Islami]

KIP Bangkitkan Semangat Dakwah

Alhamdulillah, saya atas nama pribadi dan tokoh sangat gembira sekali menyambut acara ini. Acara ini mampu membangkitkan semangat dakwah dan ruh jihad yang dipelopori Hizbut Tahrir selama ini. Kami juga berharap masyarakat dapat menyebarluaskan kepada semuanya untuk segera bergabung untuk mendakwahkan Islam. [KH Misbahul Munir, Ketua Thariqat Tijaniyah, Malang]

Ibarat Emas, Hizbut Tahrir 24 Karat

Kalau diibaratkan emas, Hizbut Tahrir itu 24 karat. Kalau menolak Hizbut Tahrir itu sama dengan menolak (perintah) Allah SWT karena Hizbut Tahrir itu memperjuangkan tegaknya hukum-hukum Allah SWT, hukum al-Quran dan as-Sunnah. [KH Muhammad Muneif, Mubaligh Ahlus Sunah Wal Jamaah Kota Malang]

Seakan Rasul Hadir di KIP

KIP ini dahsyat! Bahkan nuansa religinya begitu terasa. Kita benar-benar merasakan seakan-akan Rasulullah saw. hadir di tengah-tengah kita. Meski kita sudah jauh dari Sunnah Rasulullah, di antara umat beliau pasti ada mujaddid. Semoga Hizbut Tahrir menjadi sang mujaddid itu. [KH Mahmudi Syukri,Pengasuh Pondok Pesantren Darul Muttaqin Petungsewu Dau Kab Malang]

Syariah Islam Membawa Kehidupan Bernegara Lebih Baik

Syariah Islam membawa kehidupan bernegara lebih baik. Dengan sistem demokrasi korupsi tumbuh subur, budaya liberalisasi juga tumbuh subur, bahkan budaya liberal di kalangan remaja semakin menyedihkan. [Prof. Haryono Sigit, Mantan Rektor ITS]

Semangat Perubahan Luar Biasa!

Ya, luar biasa semangat perubahaan. Semangat untuk berpihak kepada yang terzalimi sangat besar. Ya, semangat itu ada di acara ini. Semangat saya, sepirit saya, saya kira sama dengan teman-teman Hizbut Tahrir. Kita dalam semangat yang sama, ingin mengoreksi apa yang terjadi dalam hal politik, sosial, ekonomi dan berbagai macam problem di masyarakat. [Dr. Bima Arya Sugiharto, Walikota Bogor]

Tanpa Islam Pasti Sengsara

Hidup tanpa Islam pasti, pasti, pasti kita akan sengsara. Mari kita bersama-sama tegakkan syariah kita tegakkan Khilafah. [Teuku Wisnu, Aktor]

Saya Mendukung HT

Saya harap semua umat bisa mendukung untuk tegaknya hukum-hukum Allah di muka bumi. Salah satunya dengan mendukung kegiatan-kegiatan Hizbut Tahrir. Saya juga mendukung sehingga mau hadir. [Dr. Saharuddin Daming, Mantan Komisioner Komnas HAM]

Kembali pada Khilafah

Ternyata kita telah kufur terhadap nikmat Allah. Tidak perlu ragu lagi untuk kembali ke Khilafah. Makin banyak kita ragu, makin rusak bumi Allah ini. [Dyah Litasari, Sekjen Gerakan Indonesia Membaca]

Amerika Terpuruk karena Demokrasi

Demokrasi adalah sistem terbaik dari sistem yang terburuk. Pengusung utama demokrasi seperti Amerika terpuruk dan bangkrut. Mengapa sistem seperti ini masih dipertahankan? [Irena Handono, Pakar Kristologi]

Laksanakan Islam Secara Kaffah

Konferensi ini bagus sekali. Memang itu harus kita perjuangkan. Janganlah kita mengikuti jalan thaghut. Kita kan harus ngikut Allah. Saya menilai sekarang mulai ada kesadaran. Nah, HT maju. Insya Allah akan ada dukungan dari masyarakat. Kami yang tua mendukung. Masyarakat harus paham solusi atas permasalahan mereka. Solusinya Islam. Laksanakan Islam dengan kaffah. [HM Ali Yunus, Ketua Mahkamah Adat Aceh (MAA) Aceh Besar]

Khilafah Harus Diperjuangkan

Alhamdulillah, bagus sekali. Mahasiswa sudah aktif mulai bicara. Yang seperti ini jarang terjadi. Memang butuh waktu. Meski begitu, dakwah demi tegaknya syariah dan Khilafah ini harus diperjuangkan. [H. Muhammad Yus, Mantan Anggota DPRI 2004-2009]

Saya Sangat Terharu

Saya sangat terharu. Ternyata konferensi yang diadakan dari tahun ke tahun membawa pengaruh besar. Masyarakat jadi tahu apa itu HTI. Akhirnya, mereka bisa mengetahui opini syariah dan Khilafah. [KH Endang Ahmad Arief, Pimpinan Ponpes Miftahul Huda 606 Lampung Selatan]

KIP Bukti Kesungguhan HTI

Even besar ini merupakan bukti kesung-guhan Hizbut Tahrir memperjuangkan agama Allah. Hanya dengan sungguh-sungguh penuh keimanan seperti ini, Islam akan dimenangkan oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, Hizbut Tahrir sebagai garis terdepan dalam perjuangan ini semoga mendapatkan pertolongan Allah SWT. [H. Darmansyah, Tokoh Masyarakat Banjarmasin]

Berjuang Hingga Khilafah Berdiri

Kita bersama Hizbut Tahrir harus terus berjuang sampai titik darah penghabisan, hingga Khilafah ini berdiri. Khilafah adalah solusi dunia, bukan hanya Indonesia. Dunia saat ini dikuasai peradaban Barat yang disebut oleh banyak profesor sebagai peradaban terburuk sepanjang sejarah. [Abdurrahman Malik, Wakil Ketua Al-Irsyad Al-Islamiyah Kalimantan Selatan]

Sempurna-kanlah Doa dan Perjuangan

Sesungguhnya tegak-nya kembali syariah dan Khilafah adalah niscaya, pasti akan terjadi, karena ia adalah kewajiban dan janji Allah SWT. Jika sudah titi wancine semua itu akan terjadi dengan qudrat dan iradat Allah. Oleh kare itu kita harus makin menyempurnakan doa dan perjuangan untuk menyambut tegaknya kembali syariah dan Khilafah. [KH Shoffar Mawardi, Pimpinan Ma’had Daarul Muwahhid, Srengseng, Jakarta Barat]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*