Ia, 2015 telah berlalu. Namun, serentetan persoalan yang dihadapi umat Islam di negeri ini tak kunjung usai seiring bergulirnya tahun. Tak hanya umat Islam di negeri ini, umat Islam di negeri-negeri Muslim lainnya sedang mengalami penindasan; dituduh sebagai teroris yang memicu berbagai kejahatan, pelecehan terhadap Muslimah kian meningkat baik berupa eksploitasi terhadap kehormatan maupun tindak penistaan yang lainnya. Apalagi pasca‘Paris Attack’. Peristiwa itu dijadikan amunisi oleh kafir penjajah untuk melegitimasi dan memuluskan penjajahan mereka terhadap umat Islam dengan alasan war on terrorism meskipun itu semua adalah kebohongan besar.
Berbagai upaya dilakukan oleh kafir penjajah dengan Amerika sebagai ‘tuan’-nya yakni membuat negeri-negeri Muslim sibuk dengan berbagai persoalan yang menimpa negerinya. Sebenarnya seluruh persoalan tersebut adalah makar yang dibuat oleh mereka untuk memalingkan umat Islam dari tujuan utamannya, yakni persatuan umat Islam di bawah naungan Khilafah.
Seperti halnya yang sedang menimpa negeri ini. Rakyat disuguhi dengan menu-menu para pemimpin sekaligus pengusaha rente yang rela menjadikan rakyatnya sengsara. Mereka dengan kekuasaan yang dimiliki justru memuluskan kafir penjajah menguasai sumberdaya alam yang seharusnya menjadi hak rakyat. Kasus PT Freeport yang ingin diperpanjang, subsidi yang dicabut, adalah fakta nyata dan potret penguasa yang melepaskan tanggung jawabnya.
Mungkin mereka, kafir penjajah, lupa bahwa selicik-liciknya usaha mereka untuk menyerang Islam, membuat sebutan-sebutan bahwa umat Islam itu ekstrem, fundamentalis, untuk menumbuhkan islamphobia di kalangan dunia serta makar-maka rmereka lainnya tidak akan pernah mampu untuk menandingi ‘makar’ Allah yang dijanjikan untuk mereka.
Semakin gencar usaha mereka menumbangkan Islam, maka di saat itu pulalah kemenangan Islam kian di depan mata. Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia saat ini telah muak dengan sistem kapitalisme yang justru sebagai sumber kejahatan silih berganti tanpa episode. Di mana-mana saat ini justru yang menjadi teriakan-terikan umat Islam adalah khilafah; sebuah kepemimpinan yang menerapkan Islam dalam seluruh sendi kehidupan tanpa terkecuali.
Saat ini, tidakkah kita menginginkan kehidupan yang lebih baik serta mendapatkan ridho dari Allah? Mungkinkah pertolongan itu akan dapat tanpa diperjuangankan? Memang benar, janji Allah pasti terjadi. Namun, janji Allah berupa pahala yang besar tidak akan Allah berikan kepada mereka yang hanya berpangku tangan. Janji Allah berupa pahala itu akan diberikan kepada mereka yang berjuang untuk agama ini. [Ima Susiati, Anggota HTI Malang]